Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Grobogan – Penyebab delapan bocah di Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah keracunan MBG akhirnya terjawab. Berdasarkan hasil laboratorium, ada bakteri Escherichia coli atau E. coli pada menu MBG yang diterima siswa saat itu.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes Grobogan), Djatmiko mengungkapkan, bakteri E. coli terdapat pada sejumlah komponen menu. Hanya pada sampel susu yang tidak ditemukan bakteri ini.

"Hasil uji lab, menu nasi, acar wortel, dan buah naga dinyatakan positif E. coli. Susunya aman," ujar Djatmiko, Senin (9/2/2026).

Djatmiko menjelaskan, susu yang dikonsumsi siswa sebenarnya masih layak konsumsi jika merujuk pada tanggal kadaluarsa.

"Susu sebenarnya aman karena expired date-nya masih November 2026. Namun, kami menerima laporan dari tiga anak yang sempat opname, susu yang mereka minum sudah berubah rasa," imbuhnya.

Sebagaimana diberitakan, sebanyak delapan siswa SD dilaporkan mengalami mual hingga muntah usai mengonsumsi MBG pada Jumat (30/1/2026). Lima siswa berasal dari SDN 2 Pulongrambe, sedangkan tiga siswa berasal dari SDN 3 Mayahan, keduanya berada di Kecamatan Tawangharjo.

Tiga siswa dari SDN 2 Pulongrambe sempat dirawat di RSUD Soedjati Purwodadi, dan dipulangkan dua hari kemudian. Sementara sisanya menjalani rawat jalan, setelah mengalami gejalan keracunan usai menikmati menu MBG.

SPPG Pulongrambe, yang menyuplai menu MBG saat itu secara total menyalurkan sebanyak 2.950 porsi. SDN 2 Pulongrambe menerima total 118 porsi, dan SDN 3 Mayahan sebanyak 136 porsi.

Kasus ini pun menambah panjang daftar korban keracunan MBG di Grobogan. Sebelumnya, ada 804 orang keracunan MBG di Kecamatan Gubug.

Sebanyak 116 di antaranya sempat dirawat di puskesmas hingga rumag sakit. Menteri HAM Natalius Pigai dan Wakil Ketua BGN Nanik S Deyang bahkan sempat menjenguk para korban.

Editor: Budi Santoso

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler