Jalan yang menghubungkan Grobogan dengan Kota Solo itu mulus dan siap melayani para pemudik yang akan melintasi jalur selatan Grobogan.
Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Grobogan Balai Pengelola Jalan (BPJ) Wilayah Purwodadi Wimas Radit Sumbodo, menyatakan pihaknya terus melakukan upaya maksimal untuk menjamin kenyamanan pengendara di jalur strategis tersebut.
Penyisiran itu, lanjutnya, dilakukan secara berkala mengingat intensitas kendaraan diprediksi akan meningkat tajam mendekati hari H Lebaran.
Murianews, Grobogan – Jalan provinsi ruas Solo-Purwodadi di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah siap dilalui pemudik Lebaran 2026 mendatang.
Jalan yang menghubungkan Grobogan dengan Kota Solo itu mulus dan siap melayani para pemudik yang akan melintasi jalur selatan Grobogan.
Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Grobogan Balai Pengelola Jalan (BPJ) Wilayah Purwodadi Wimas Radit Sumbodo, menyatakan pihaknya terus melakukan upaya maksimal untuk menjamin kenyamanan pengendara di jalur strategis tersebut.
Wimas menjelaskan, fokus utama saat ini adalah memastikan tidak ada lubang jalan yang membahayakan pengendara. Tim teknis disebutnya dikerahkan secara rutin untuk memantau kondisi.
”Insyaallah aman. Tim penambal lubang juga terus menyisir sepanjang jalur tersebut untuk memastikan permukaan jalan layak lalui,” ujar Wimas Radit, Rabu (25/2/2026).
Penyisiran itu, lanjutnya, dilakukan secara berkala mengingat intensitas kendaraan diprediksi akan meningkat tajam mendekati hari H Lebaran.
Dijelaskan, ruas jalan provinsi yang menjadi tanggung jawab Pokja Grobogan ini memiliki panjang total 22,48 kilometer. Kecamatan yang dilintasi yakni Purwodadi, Toroh, dan Geyer.
Lalu Lintas Dua Arah...
Secara umum, jalur ini memiliki lebar jalan yang cukup memadai untuk arus lalu lintas dua arah.
”Lebar jalan mayoritas 6 meter, namun untuk titik yang masuk paket IJD (Inpres Jalan Daerah) itu lebih lebar, yaitu 8,2 meter,” tambahnya.
Meskipun kondisi jalan dipastikan mantap, Wimas tetap mengimbau kepada para pemudik untuk tetap waspada, terutama saat berkendara di malam hari atau dalam kondisi hujan.
Wimas berharap dengan kesiapan infrastruktur tersebut, arus mudik maupun balik di wilayah Grobogan dapat berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Ketua Kelompok Kerja Kabupaten Sragen-Blora Balai Pengelolaan Jalan Wilayah Purwodadi DPUPR Provinsi Jateng Umar menambahkan, untuk ruas jalan Geyer ke Purwodadi sepanjang 33 kilometer juga siap dilintasi pemudik.
”Dari Geyer ke Solo siap dilewati pemudik. Insyaallah aman,? katanya singkat.
Sementara itu, Suwito, salah satu warga Kecamatan Toroh menyatakan apresiasinya kepada Pemprov Jateng yang memperhatikan ruas Jalan Purwodadi-Solo.
Penanganan Cepat...
Sebagai pengguna harian jalan tersebut, ia menyebut jalan yang berlubang segera ditambal petugas. Selain itu, titik yang membahayakan juga segera ditangani.
”Jalannya kalau ada lubang cepat ditangani. Kemarin ada juga perbaikan di lubang besar yang sering bikin kecelakaan, sekarang sudah mulus,” ujar dia.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menyatakan, wilayahnya siap menyambut pemudik pada Lebaran 2026. Kini, langkah-langkah menghadapi arus mudik dan arus balik sudah disiapkan, termasuk perbaikan jalan juga dikebut.
Dikatakan Luthfi, Jawa Tengah menjadi wilayah utama perlintasan nasional, sehingga persiapan infrastrukturnya tidak boleh setengah-setengah.
Apalagi, berdasarkan proyeksi Kementerian Perhubungan, sebanyak 17,7 juta orang diperkirakan masuk ke Jawa Tengah selama periode Lebaran 2026. Sementara secara nasional, Jawa Tengah tercatat sebagai provinsi tujuan favorit dengan estimasi pergerakan 38,71 juta orang.
Oleh karenanya, menghadapi lonjakan tersebut, Luthfi menekankan kondisi jalan provinsi terus dimantapkan.
”Kita mempunyai jalan hampir 2.200 kilometer yang menjadi kewenangan provinsi. Tingkat kemantapan jalan provinsi 94 persen. Tahun 2026 fokus pada perawatan,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Luthfi mengatakan, perawatan jalan tidak sekadar untuk memantapkan kondisi jalan, tetapi juga akan menghubungkan lalu lintas perekonomian wilayah.
Editor: Supriyadi