Sabtu, 25 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Grobogan – Pemkab Grobogan kembali menggelar jamas pusaka dalam rangka HUT Grobogan yang ke-300 di Museum Lokal, Kamis (26/2/2026).

Total ada 10 keris dan 5 mata tombak milik museum dan ratusan pusaka milik Kasepuhan Wijayakusuma yang dibersihkan.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Grobogan Wahono mengatakan, Jamas Pusaka tidak hanya membersihkan pusaka yang ada. Namun lebih dari itu merupakan refleksi untuk membersihkan diri dalam bekerja di pemerintahan.

”Jika sesuatu itu telah bersih maka kita dapat melakukan pekerjaan dengan lebih terpuji, lebih baik, dan mampu membuat Grobogan lebih maju,” ujarnya.

Hariyoko Ketua Kasepuhan Wijayakusuma mengatakan Jamas pusaka tersebut merupakan langkah pemerintah untuk anak muda agar peduli dengan budaya Jawa dan peninggalan para leluhur.

Setelah itu, air suci tersebut diberi bunga dan wewangian, kemudian ramuan tersebut diberi formula dari ramuan-ramuan Jawa yang digunakan untuk meremajakan pusaka.

”Ramuan-ramuan Jawa yang digunakan untuk warangan, warangan itu pelapisan pusaka setelah penjamasan,” ujarnya.

Nilai tersendiri... 

Sementara itu, Sekretaris Disporabudpar Grobogan Yunus Suryawan mengatakan, jamasan pusaka memiliki nilai tersendiri.

Yunus menyatakan, kegiatan itu juga sekaligus untuk konservasi koleksi museum. Momen ini sekaligus menjadi simbol tekad membersihkan hati dan pikiran.

”Ini agar hati pikiran jenih menghadapi kondisi jaman,” kata dia.

Sebagaimana diketahui, berbagai agenda digelar Pemkab Grobogan pada momentum menjelang Hari Jadi Grobogan yang jatuh pada 4 Maret 2026.

Sebelum jamas pusaka, Forkopimda juga telah melakukan ziarah ke makam leluhur Grobogan. Yakni Ki Ageng Selo, Ki Ageng Tarub, Ki Ageng Getas Pendowo, dan Pangeran Puger.

Editor: Anggara Jiwandhana

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler