Warga Grobogan Diduga Idap Kaki Gajah, Kemenkes Turun Tangan
Saiful Anwar
Jumat, 6 Maret 2026 21:22:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Pria di Kecamatan Grobogan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah diduga mengidap kaki gajah. (Murianews/Dok. Dinkes Grobogan).
Murianews, Grobogan – Seorang pasien berinisial AS (32) warga Kecamatan/Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah diduga mengidap filariasis atau yang dikenal dengan sebutan kaki gajah.
Tim dari Kementerian Kesehatan RI pun turun tangan untuk melakukan penanganan secara intensif.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Grobogan Sri Hadi Nugroho menyatakan, yang bersangkutan diketahui mengalami pembengkakan pada kaki kiri sejak kecil.
Namun kondisi tersebut mulai membesar secara signifikan sejak tahun 2023. Berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi petugas kesehatan, pembengkakan pada kaki kiri terukur cukup besar di beberapa titik.
Dijelaskan, hasil pengukuran lingkar kaki tercatat sekitar 32 cm, 45 cm, 66 cm, 58 cm hingga 56 cm. Ia mengatakan, berdasarkan pemeriksaan klinis di lapangan, kondisi pasien saat ini termasuk limfedema stadium 4.
“Sejak kecil kaki kiri pasien memang terlihat lebih besar dari kaki kanan. Namun pembengkakan mulai membesar sejak sekitar tahun 2023,” ujar dia, Jumat (6/3/2026).
Ia memaparkan, saat kali pertama dicurigai sebagai kasus filariasis pada 2023, pasien juga sempat mendapatkan pengobatan awal dari petugas kesehatan.
”Pasien sempat mendapatkan terapi obat Diethylcarbamazine (DEC) selama 10 hari berturut-turut sebagai penanganan awal suspek filariasis,” imbuhnya.
Kementerian Kesehatan Turun Tangan...
- 1
- 2



