Jelang Lebaran, 7 Ribu Pemudik Padati Sejumlah Stasiun di Grobogan
Saiful Anwar
Senin, 16 Maret 2026 15:52:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Grobogan – Gelombang arus mudik Lebaran 2026 mulai memadati wilayah Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Memasuki hari keenam masa Angkutan Lebaran yang dimulai sejak 11 Maret 2026, arus penumpang yang turun di wilayah KAI Daop 4 Semarang terpantau meningkat tajam.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Luqman Arif mengungkapkan, stasiun di wilayah Kabupaten Grobogan, yakni Stasiun Ngrombo, Gambringan, Kedungjati, Gundih, dan Stasiun Kradenan, kini didominasi oleh penumpang yang tiba dibandingkan penumpang yang berangkat.
Kondisi itu menunjukkan Kabupaten Grobogan menjadi salah satu destinasi utama para pemudik untuk kembali ke kampung halaman.
Ia menyampaikan, para pemudik yang tiba di stasiun-stasiun tersebut mayoritas berasal dari berbagai kota besar di Pulau Jawa. Seperti Jakarta, Bekasi, Karawang, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, hingga Malang.
“Para pemudik memanfaatkan layanan kereta api sebagai moda transportasi pilihan karena dinilai aman, nyaman, serta tepat waktu untuk perjalanan jarak jauh,” ujar Luqman, Senin (16/3/2026).
Berdasarkan data volume penumpang/pemudik dari tanggal 11 hingga 16 Maret 2026, tercatat pergerakan yang sangat signifikan. Secara akumulatif selama enam hari tersebut, total penumpang atau pemudik yang naik sebanyak 4.032 orang. Sedangkan penumpang yang turun atau tiba di wilayah Grobogan mencapai 7.191 orang.
Puncak kedatangan tertinggi terjadi pada 15 Maret dengan 1.539 penumpang turun. Disusul pada 16 Maret sebanyak 1.478 penumpang. Luqman menambahkan, lonjakan pemudik itu membawa angin segar bagi ekonomi lokal di sekitar stasiun.
“Momentum mudik Lebaran tidak hanya menjadi ajang silaturahmi keluarga, tetapi juga memberikan dampak positif bagi daerah tujuan pemudik, termasuk di wilayah sekitar stasiun tersebut dan sekitarnya," katanya.
Ia berujar, mayoritas pemudik yang turun di stasiun wilayah Kabupaten Grobogan tercatat menggunakan rangkaian KA Ambarawa, KA Airlangga, serta KA Blambangan Ekspres dan Joglosemarkerto.
Untuk memastikan kelancaran arus mudik, PT KAI Daop 4 Semarang terus meningkatkan koordinasi dengan TNI dan Polri serta komunitas pecinta kereta api untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan layanan di stasiun.
Editor: Budi Santoso



