Waspada! Grobogan Berpotensi Terjadi Kekeringan Panjang Imbas El Nino
Saiful Anwar
Jumat, 20 Maret 2026 15:31:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Grobogan – Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah pada tahun ini kembali berpotensi mengalami kekeringan panjang imbas fenomena El Nino.
Berdasarkan rilis terbaru dari BMKG yang diterima BPBD Grobogan, fenomena El Nino berdampak pada minimnya curah hujan hingga mengakibatkan kekeringan panjang. Diprediksi akan mulai berlangsung mulai April 2026 mendatang.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Grobogan Wahyu Tri Darmawanto mengimbau warga untuk mulai bersiap menghadapi musim kemarau yang diperkirakan lebih lama. Namun, ia meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik.
”Kami meminta warga yang di daerahnya minim sumber air agar bersiap, tapi tak perlu panik. Kami juga sudah menyiapkan langkah-langkah untuk penanganan,” ujar Wahyu saat dihubungi, Jumat (20/3/2026).
Ia menyebut, potensi kekeringan panjang itu menjadi perhatian serius mengingat Kabupaten Grobogan memiliki riwayat kekeringan panjang.
Berdasarkan catatan Murianews.com, kekeringan parah pernah melanda Grobogan pada tahun 2023 dan 2024 yang dampaknya merata di 19 kecamatan.
Pada 2023, total 113 desa terdampak kekeringan. Kemudian pada 2024, setidaknya 84 desa mengalami krisis air bersih.
Sementara pada 2025, Grobogan relatif aman dari kekeringan karena sepanjang tahun masih sering turun hujan imbas fenomena La Nina.
”Di 2025 lalu kita tanpa kekeringan karena hujan masih turun sepanjang tahun. Tahun ini kembali El Nino, diprediksi intensitas hujan berkurang, sehingga terjadi kekeringan,” tambah Wahyu.
Pengiriman air...
- 1
- 2



