Diduga Keracunan MBG, 34 Santri Dirawat di RSUD Gubug Grobogan
Saiful Anwar
Minggu, 19 April 2026 13:10:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Grobogan – Puluhan santri dari dua pondok pesantren di Desa Pilang Wetan, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah dikabarkan keracunan makanan yang diduga dari menu program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Berdasarkan informasi yang diterima Murianews.com, mereka merupakan santri-santri dari Ponpes Bustanul Quran dan Ponpes Asnawiyyah di Desa Pilang Wetan, Kecamatan Kebonagung.
Sebagian santri yang menjadi korban dugaan keracunan MBG mayoritas pelajar di bawah umur, berusia antara 11-18 tahun. Hanya ada beberapa yang di atas 18 tahun. Mereka teridentifikasi berasal dari Kabupaten Grobogan, Demak, dan Semarang.
Mereka yang diduga mengalami keracunan MBG itu telah dilarikan ke RSUD Ki Ageng Getas Pendowo Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah pada Minggu (19/4/2026) pagi.
Seorang petugas IGD RSUD Ki Ageng Getas Pendowo Gubug menyebut gejala yang muncul yakni mual, muntah, diare, lemas hingga nyeri perut.
Kasi Saryankes RSUD Ki Ageng Getas Pendowo Gubug, Sudaryanti mengungkapkan, dalam laporan yang diterimanya total ada 34 santri yang dilakukan rawat inap. Sedangkan empat lainnya rawat jalan.
”Dari laporan yang saya terima, 34 rawat inap, empat rawat jalan. Bisa jadi akan bertambah lagi, masih menunggu perkembangan,” ujar dia dikonfirmasi.
Sudaryanti lebih lanjut berujar, para santri itu diperkirakan mengonsumsi MBG pada Sabtu (18/4/2026) kemarin. Kemudian, gejala baru terasa pada Minggu pagi.
”Dapatnya mungkin kemarin, ini kan Minggu. Lalu baru terasa gejalanya tadi pagi terus dibawa ke RS,” kata dia.
Editor: Zulkifli Fahmi



