Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Sementata itu, Anggota DPR RI Komisi IX, Edy Wuryanto menegaskan pentingnya deteksi dini melalui skrining masif sebagai langkah strategis menekan angka penularan penyakit menular tersebut.
Edy menyampaikan program skrining menggunakan X-Ray keliling menjadi terobosan penting karena memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan tanpa harus datang ke rumah sakit.
Menurutnya, pendekatan ini mampu menjangkau lebih banyak warga, khususnya di wilayah pedesaan.
”Harapannya nanti kasus TBC di Grobogan nol. Seluruh warga tetap kita rontgen, tidak harus ke rumah sakit karena ada layanan keliling. Ini memudahkan deteksi apakah pasien resisten obat atau tidak,” kata dia.
Ia pun menekankan penanganan TBC tidak cukup hanya mengobati pasien, tetapi juga harus menyasar kontak erat di lingkungan keluarga. Dengan begitu, rantai penularan dapat diputus secara lebih efektif.
Wakil Bupati Grobogan Sugeng Prasetyo menyatakan bahwa pemerintah daerah mendukung penuh langkah tersebut melalui pemeriksaan intensif terhadap masyarakat berisiko.
Ia mengungkapkan, sejauh ini sebanyak 2.488 orang yang merupakan kontak serumah pasien telah diperiksa.
Ke depan, pihaknya menargetkan pemeriksaan diperluas hingga 9.000 sampai 14.000 orang.
”Ada ribuan warga yang sudah kami periksa, dan tahun ini targetnya diperluas agar penanganan lebih menyeluruh,” ujarnya.
Editor: Cholis Anwar



