Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Grobogan – Ketua PCNU Grobogan Ahmad Wan Fadhil memberikan sikapnya terkait bursa calon ketua umum (ketum) PBNU pada Muktamar NU yang rencananya digelar Agustus 2026 mendatang.
”Soal siapa calon yang saya dukung, saya memilih netral saja,” ujarnya saat ditemui di kediamannya di Desa Genuksuran, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Rabu (22/7/2026) siang.
Terkait tiga sosok yang santer dikabarkan maju dari Jawa Tengah, ia mengaku semuanya mengenalnya dengan baik.
Adapun ketiga sosok tersebut yakni petahana Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, lalu KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin, dan KH Muhammad Yusuf Chudlori alias Gus Yusuf.
”Kesalahan saya itu tiga-tiganya saya kenal dengan baik. Dengan Gus Yahya baik, Gus Rozin baik, Gus Yusuf juga baik. Jadi saya pilih netral saja,” imbuhnya.
Pengasuh Ponpes Hidayatul Mubtadiin itu menyatakan baru akan memutuskan pilihannya pada Muktamar yang rencananya digelar di Jombang, Jawa Timur itu.
Tunggu Wahyu...
Dengan sedikit berseloroh, ia memilih menunggu ”wahyu” dari Tuhan saat gelaran Muktamar nanti. Namun demikian, ia sedikit memberi kisi-kisi siapa yang dipilih.
Ia mengaku akan memilih yang mayoritas dipilih saat dilakukan voting.
”Saya menunggu wahyu Illahi saja nanti di Muktamar. Siapa yang kira-kira banyak yang memilih, itu yang saya pilih,” bebernya.
Menurutnya, sosok yang nantinya dipilih oleh mayoritas sudah tentu lah tokoh terbaik. Karenanya, ia memilih menjatuhkan ke sosok tersebut.
Editor: Zulkifli Fahmi



