Sundowo menambahkan, pemindahan siswa SDN Tanggireho itu sangat penting dari aspek keselamatan. Menurutnya, proses konstruksi berpotensi membahayakan siswa yang sedang menjalani KBM.
”Kita khawatir anak-anak terkena material atau bahan bangunan yang berbahaya. Jadi demi keamanan bersama, mulai Selasa besok seluruh KBM dipindahkan ke madin,” tambahnya.
Seperti diketahui, banyaknya atap ambrol membuat pengelola SDN Tanggirejo harus memutar otak. Untuk kelas 3 digabung dengan kelas 4, kelas 6 di kelas sendiri, kelas 5 di musala, dan kelas 1 bergantian dengan kelas 2. Sementara, ruang guru ditempatkan di perpustakaan.
Murianews, Grobogan - Ratusan siswa SDN Tanggirejo di Kecamatan Tegowanu, Grobogan, Jawa Tengah akan mengungsi ke madrasah diniyah atau madin untuk sementara waktu.
Hal itu dilakukan seiring dengan renovasi atau perbaikan atap yang ambrol di SDN Tanggirejo yang mulai dilakukan. Sebanyak 131 siswa SDN Tanggirejo akan pindah, menjalani kegiatan belajar mengajar (KBM) di madin mulai Selasa (28/7/2026).
Kepala Dinas Pendidikan Grobogan (Disdik Grobogan) Purnyomo menyampaikan, pengalihan lokasi belajar itu agar para siswa SDN Tanggirejo tidak terganggu oleh proses pengerjaan atap sekolah yang ambrol.
”Gedung kan sudah mulai dibongkar, tidak mungkin dong anak-anak tidak mendapat pembelajaran. Pihak sekolah bersama pemdes dan pengelola madrasah bergerak cepat menyepakati penggunaan gedung madin yang kosong pada pagi hari," ujar Purnyomo, Senin (27/7/2026).
Purnyomo memaparkan, penggunaan gedung madin sangat memungkinkan karena pembelajaran di madin baru dimulai pada sore hari. Sehingga siswa SDN Tanggirejo bisa meminjam sementara waktu.
”Alhamdulillah, atas restu Pak Kades dan izin dari ketua pengelola Madin, KBM siswa dipindahkan ke sana. Yang terpenting, hak anak-anak untuk mendapatkan pendidikan tidak terkurangi,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Tanggirejo Sundowo menjelaskan, madin yang lokasinya tak jauh dari sekolah itu dinilai memenuhi syarat dan layak. Ada enam ruang kelas dan ruang guru.
”Sangat memenuhi syarat karena ada enam ruang kelas dan ruang kantor untuk guru, serta kepala sekolah,” jelasnya.
Pemindahan...
Sundowo menambahkan, pemindahan siswa SDN Tanggireho itu sangat penting dari aspek keselamatan. Menurutnya, proses konstruksi berpotensi membahayakan siswa yang sedang menjalani KBM.
”Kita khawatir anak-anak terkena material atau bahan bangunan yang berbahaya. Jadi demi keamanan bersama, mulai Selasa besok seluruh KBM dipindahkan ke madin,” tambahnya.
Seperti diketahui, banyaknya atap ambrol membuat pengelola SDN Tanggirejo harus memutar otak. Untuk kelas 3 digabung dengan kelas 4, kelas 6 di kelas sendiri, kelas 5 di musala, dan kelas 1 bergantian dengan kelas 2. Sementara, ruang guru ditempatkan di perpustakaan.
Editor: Budi Santoso