Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Medan – Perjuangan nenek penjual sate asal Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara (Sumut), Asma Tanjung binti Muhammad Khatib Sulaiman payut ditiru.

Nenek berusia 78 tahun ini, tak pernah lupa untuk menyisihkan keuntungannya dari berjualan sate selama 55 tahun demi mewujudkan cita-citanya naik haji.

Melansir dari laman Kemenag, nenek Asma berbagi cerita perjalanannya. Sejak tahun 1970, ia telah mengabdikan hidupnya sebagai pedagang sate di Pasar Baru Panyabungan.

Sebagai seorang muslimah yang taat, keinginan kuat untuk menyempurnakan rukun islam kelima selalu ada di hatinya. Niat mulia ini awalnya ia bangun bersama almarhum suaminya.

Namun, impian naik haji terasa begitu jauh bagi seorang penjual sate dengan penghasilan yang pas-pasan, terlebih dengan kebutuhan keluarga yang terus meningkat.

Meski demikian, Nenek Asma tidak pernah patah arang. Ia terus menabung sedikit demi sedikit dari setiap tusuk sate yang berhasil ia jual.

Meskipun hidup dalam kesederhanaan, Ibu dari lima anak ini tak pernah putus asa. Tantangan demi tantangan datang silih berganti, terkadang niat menabung terhalang oleh kebutuhan sehari-hari yang lebih mendesak.

Namun, harapannya untuk bisa ke baitullah tak pernah padam.

Suami Meninggal...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News