Inflasi Oktober 2025 Sentuh 2,86 Persen, Harga Emas Jadi Biang Utama
Supriyadi
Selasa, 4 November 2025 07:55:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Inflasi juga terjadi pada kelompok pengeluaran yang lain, seperti kesehatan (2,11 persen yoy); perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga (1,59 persen yoy); pendidikan (1,26 persen yoy); hingga transportasi (0,48 persen yoy).
Meskipun sebagian besar kelompok pengeluaran mengalami inflasi, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan masih mencatatkan deflasi sebesar 0,25 persen dengan andil minus 0,01 persen terhadap inflasi tahunan Oktober 2025.
Sementara menurut komponen, Pudji menyatakan seluruh komponen mengalami inflasi, baik komponen inti, komponen harga diatur pemerintah, maupun komponen harga bergejolak (volatile food), dengan inflasi tertinggi tercatat pada komponen harga bergejolak.
Ia menuturkan komponen inti tercatat mengalami inflasi tahunan 2,36 persen dengan kontribusi terhadap inflasi umum sebesar 1,52 persen. Selain emas, komoditas seperti minyak goreng dan kopi bubuk juga turut memberikan tekanan harga pada kelompok komponen tersebut.
Sementara itu, komponen harga diatur pemerintah naik 1,45 persen dengan andil inflasi 0,29 persen, terutama dipicu oleh kenaikan tarif air minum (PAM) di 14 wilayah serta harga sigaret kretek mesin (SKM).



