Satu SPPG di Tulungagung Terpaksa Berhenti Beroperasi, Ini Gegaranya
Supriyadi
Sabtu, 6 Desember 2025 09:04:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Tulungagung – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Waung 2 di Desa Waung, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, terpaksa berhenti beroperasi sementara.
Penghentian sementara ini disebabkan oleh keterbatasan dana operasional yang dikirimkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Kepala SPPG Waung 2 Kecamatan Boyolangu, Della Ananda Setyarini mengatakan, akibat terbatasnya dana operasional, pihaknya menghentikan operasionalnya selama dua hari, pada Jumat (5/12/2025) dan Sabtu (6/12/2025) hari ini.
”Semoga saja kindisi ini (tidak ada dana) tidak berlarut. Kami pastikan layanan akan kembali berjalan normal apabila pendanaan untuk periode berikutnya telah cair,” katanya seperti dilansir Antara.
Selama ini, jelasnyam pengajuan anggaran dilakukan setiap dua pekan melalui proposal kepada BGN. Setelah proposal disetujui, dana operasional akan ditransfer untuk menjalankan pelayanan selama dua minggu ke depan.
”Namun, dana yang masuk pekan ini setelah dihitung akuntan hanya cukup sampai Kamis (4/12/2025) kemarin, sehingga operasional terpaksa dihentikan pada Jumat dan Sabtu,” jelas Della.
SPPG Waung 2 memiliki peran vital, melayani total 3.571 penerima manfaat dari 14 sekolah yang mencakup jenjang SD, SMP, hingga MA. Penghentian sementara ini dilakukan untuk menjaga kualitas pelayanan dan menghindari kekurangan bahan baku serta operasional.
Pihak SPPG telah kembali mengajukan proposal untuk periode dua minggu berikutnya dan berharap dana dapat ditransfer sebelum awal pekan depan.
”Harapannya sebelum Senin (8/12/2025) sudah cair, sehingga layanan bisa kembali berjalan seperti biasa,” tutup Della.



