Minggu, 26 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan sinyal kuat akan mendalami keterlibatan pihak-pihak lain dalam pusaran kasus yang menjerat Bupati Pati, Sudewo.

Salah satu nama yang muncul dalam radar pemeriksaan adalah Ahmad Husain Hafid, koordinator aksi unjuk rasa yang sempat vokal mendesak pemakzulan Sudewo namun berakhir damai.

Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menyatakan pihaknya akan menelusuri adanya dugaan aliran uang di balik keputusan "damai" tersebut, menyusul penetapan Sudewo sebagai tersangka kasus pemerasan.

”Nah itu juga kami tentu akan dalami,” ujar Asep di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (20/1/2026) malam.

Sebelumnya, pada 13 Agustus 2025, ribuan warga Pati yang dipimpin Ahmad Husein sempat mengepung kantor bupati guna menuntut Sudewo mundur.

Aksi tersebut dipicu kebijakan kenaikan tarif Pajak Bumi dan Bangunan (PBB-P2) yang fantastis hingga 250 persen.

Seiring berjalannya waktu, Husain keluar dari aliansi. Isu yang berkembang, Husain membuat keputusan itu setelah ada iming-iming “damai” dari Sudewo.

Meski Sudewo sempat membantah memberikan sesuatu kepada Ahmad Husain saat diperiksa sebagai saksi pada Agustus lalu, KPK kini melihat urgensi untuk melakukan klarifikasi ulang pasca-penangkapan Sudewo dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT).

Tak Hanya Satu Kasus...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler