Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Bandung – Perjalanan Kereta Api atau KA Ciremai rute Semarang Tawang–Bandung terhenti mendadak setelah material tanah longsor menutup jalur rel di petak Maswati–Sasaksaat, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (1/4/2026).

Insiden yang terjadi pada kilometer 142+8/9 ini mengakibatkan lokomotif CC 206 13 66 keluar dari rel (anjlok).

Longsor terjadi sekitar pukul 14.53 WIB dipicu oleh hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut sejak sore hari.

Tumpukan tanah dari tebing setinggi 20 meter menutupi lintasan, sehingga masinis tidak memiliki cukup ruang untuk menghindari benturan karena posisi jalur yang menikung tajam.

Masinis KA Ciremai, Ilham, mengungkapkan bahwa material longsor tidak terlihat dari kejauhan karena terhalang oleh tebing di sisi kiri jalur yang berkelok.

Meskipun pengereman darurat segera dilakukan begitu menyadari adanya hambatan, jarak yang sudah terlalu dekat membuat bagian depan lokomotif tetap menghantam material tanah.

Beruntung, aksi cepat masinis tersebut berhasil mencegah dampak yang lebih fatal. Sebanyak 10 gerbong penumpang di belakang lokomotif tetap berada di jalur rel dan tidak ikut anjlok.

”Posisi jalur menikung dan sisi kiri tertutup tebing, jadi longsor di depan tidak terlihat. Kami langsung lakukan pengereman darurat, tapi benturan tetap terjadi,” ujar Ilham, Rabu (1/4/2026).

Penumpang Selamat...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler