Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Medan – Cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia, khususnya di Sumatera Utara (Sumut) merusak 20 rumah lebih. Puluhan rumah tersebut tersebar di dua kecamatan di Kabupaten Serdangbedagai.
Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, mentatakan, 20 rumah tersebut merupakan rumah yang mengalami kerusakan berat.
”Berdasarkan laporan Pusdalops Sumut, 20 rumah yang rusak tersebut terjadi di Kabupaten Serdangbedagai pada Kamis (4/6/2026),” kata Sri Wahyuni seperti dilansir Antara, Sabtu (6/6/2026).
Ia mengatakan Pusdalops PB mendata cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Serdangbedagai terjadi di Kecamatan Perbaungan dan Kecamatan Sei Rampah.
Di Kecamatan Perbaungan, kata dia, dampak cuaca buruk melanda Desa Sei Sijenggi, Desa Melati II, Desa Patamg Sijonam, Desa Jambur, Pulau, Desa Cintai Air, Desa Lubuk Cemara, Kelurahan Tualamg dan Kota Galuh.
Sedangkan di Kecamatan Sei Rampah melanda Desa Simpang Empat. Beruntung tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Selain Kabupaten Serdangbegadai, Pusdalops PB mendata cuaca ekstrem juga melanda Kabupaten Batubara dan Kota Binjai.
Bencana...
Cuaca ekstrem yang melanda di Kabupaten Batubara, kata dia, mengakibatkan dua rumah rusak sedang dan satu rumah rusak ringan. Sedangkan di Kota Binjai tengah dilakukan pendataan.
Yuyun, sapaan akrabnya, mengatakan berbagai upaya penanganan atas kejadian bencana tersebut telah dilakukan kedua pemerintah setempat dan sejumlah pemangku kebijakan terkait.
Selain itu, kata dia, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut juga melakukan koordinasi dalam hal penanganan bencana di lokasi terdampak.



