M-346 Block 20 dibekali berbagai teknologi modern, di antaranya mesin ganda Honeywell/ITEC F124-GA-200, kokpit digital atau glass cockpit, Head-Up Display (HUD), serta Helmet Mounted Display (HMD).
Jet ini juga kompatibel dengan sistem avionik pesawat tempur generasi keempat hingga generasi kelima, sehingga mampu memberikan pengalaman latihan yang mendekati kondisi operasi sebenarnya.
Dari sisi persenjataan, M-346 Block 20 dapat membawa rudal udara-ke-udara, bom berpemandu, hingga kanon eksternal.
Pesawat tersebut juga mampu melaju dengan kecepatan mendekati Mach 1, memiliki kemampuan manuver tinggi, serta radius tempur yang fleksibel untuk berbagai skenario latihan maupun operasi.
Rico memastikan kontrak pembelian telah efektif dan seluruh proses pengadaan kini memasuki tahap pelaksanaan.
Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, pengiriman 12 unit M-346 Block 20 ke Indonesia akan dimulai pada 2030.
Kemhan optimistis kehadiran pesawat tersebut akan meningkatkan kualitas pelatihan penerbang tempur sekaligus memperkuat kemampuan pertahanan udara Indonesia melalui penggunaan teknologi alutsista yang lebih modern.
Murianews, Jakarta – Kementerian Pertahanan (Kemhan) resmi membeli 12 unit jet M-346 Block 20 buatan Leonardo, Italia, untuk memperkuat pelatihan pilot tempur TNI Angkatan Udara (TNI AU) sekaligus mendukung modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista).
Kontrak pembelian tersebut ditandatangani di Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa (21/7/2026). Penandatanganan disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, serta Kepala Staf TNI AU Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menjelaskan, pemilihan M-346 Block 20 didasarkan pada kebutuhan TNI AU terhadap pesawat latih lanjut yang mampu mendukung pelatihan pilot tempur sesuai doktrin pertahanan udara Indonesia.
”Salah satu pertimbangannya adalah memenuhi kebutuhan pelatihan pilot TNI Angkatan Udara sekaligus mendukung kesiapan operasional,” ujar Rico seperti dilansir Antara.
M-346 Block 20 merupakan advanced trainer aircraft atau pesawat latih lanjut yang juga memiliki kemampuan sebagai light combat aircraft (pesawat tempur ringan).
Pesawat ini tidak hanya digunakan untuk melatih calon penerbang tempur, tetapi juga mampu mendukung simulasi peperangan hingga operasi tempur terbatas.
Kemhan menilai kemampuan tersebut sangat sesuai dengan kebutuhan TNI AU dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus kesiapan operasional.
Selain mendukung pelatihan, pembelian jet ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah mempercepat modernisasi alutsista nasional.
Teknologi Tempur Modern...
M-346 Block 20 dibekali berbagai teknologi modern, di antaranya mesin ganda Honeywell/ITEC F124-GA-200, kokpit digital atau glass cockpit, Head-Up Display (HUD), serta Helmet Mounted Display (HMD).
Jet ini juga kompatibel dengan sistem avionik pesawat tempur generasi keempat hingga generasi kelima, sehingga mampu memberikan pengalaman latihan yang mendekati kondisi operasi sebenarnya.
Dari sisi persenjataan, M-346 Block 20 dapat membawa rudal udara-ke-udara, bom berpemandu, hingga kanon eksternal.
Pesawat tersebut juga mampu melaju dengan kecepatan mendekati Mach 1, memiliki kemampuan manuver tinggi, serta radius tempur yang fleksibel untuk berbagai skenario latihan maupun operasi.
Rico memastikan kontrak pembelian telah efektif dan seluruh proses pengadaan kini memasuki tahap pelaksanaan.
Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, pengiriman 12 unit M-346 Block 20 ke Indonesia akan dimulai pada 2030.
Kemhan optimistis kehadiran pesawat tersebut akan meningkatkan kualitas pelatihan penerbang tempur sekaligus memperkuat kemampuan pertahanan udara Indonesia melalui penggunaan teknologi alutsista yang lebih modern.