Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Satu kg beras di Kabupaten Pati saat ini dibandrol Rp 11.500 hingga Rp 13.000 per kg. Sementara harga jual gabah kering hanya sekitar Rp 5.100 hingga Rp 5.400 per kg.

Harga jual gabah kering ini menurun dibanding bulan lalu. Saat itu, harga gabah kering di Kabupaten Pati berkisar Rp 6.200 hingga Rp 6.500 per kg.

Menurut Kamelan, salah satu petani di Desa Jambean Kidul, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, harga jual gabah itu tak sebanding dengan biaya operasionalnya. Lebih lagi, saat ini ia kesulitan mendapat pupuk subsidi.

’’Harga segitu kita (petani) rugilah. Saat ini pupuk mahal, obat-obatan (penumpas hama) juga mahal, solar subsidi sulit. Ini balik modal saja syukur,’’ ujarnya, Jumat (24/2/2023).

Baca: Banjir, Mobil dan Motor Warga Banjarsari Pati Diungsikan

Kondisi ini membuat para petani menjadi korban. Saat panen raya, harga gabah tidak terkendali bahkan terpuruk. Sementara harga beras meroket tidak terkendali.

Mereka juga merasa selalu dipermainkan tengkulak. Sebab, tidak bisa mengakses langsung ke Bulog.
Mereka juga merasa selalu dipermainkan tengkulak. Sebab, tidak bisa mengakses langsung ke Bulog.Petani lainnya, Karmi menilai idealnya harga gabah di tingkat petani di atas Rp 6.000 per kg. Sebab, saat ini pupuk non subsidi maupun pestisida naik harganya.’’Apalagi pupuk non subsidi mengalami kenaikan hingga 50 persen. Sementara untuk obat-obatan dan pestisida bisa naik hingga 30 persen. Belum lagi ditambah upah tenaga kerja juga naik. Sementara pupuk subsidi terkadang juga sulit untuk didapatkan,’’ keluhnya.Petani Pati pun berharap pemerintah memberikan solusi terbaik bagi kelangsungan hidup mereka.Rencananya, pemerintah akan menetapkan price ceiling gabah pada 27 Februari 2023. Jika harga yang ditetapkan nanti di bawah biaya produksi, maka petani dipastikan semakin terpuruk. Reporter: Umar HanafiEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler