Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Salah satunya Shofiana. Warga Sundoluhur, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati itu terpaksa tak bisa berangkat bekerja di Kabupaten Rembang, Kamis (2/3/2023). Bus yang ditumpanginya tak mampu menembus kemacetan di Jalan Pati Rembang.

’’Tidak jadi kerja. Macet tidak bisa lewat. Busnya susah lewat susah. Motor saja susah,’’ ujar Shofiana kepada Murianews.

Baca: DPR RI Soroti Jalan Rusak Parah di Pati, Bilang Pemerintah Seperti Tak Bekerja

Mulanya, ia berangkat dari rumahnya ke Terminal Kembang Joyo Pati, pukul 06.00 WIB. Waktu itu ia diantar suaminya.

Sesampainya di terminal, ia menaiki bus Prima Raya. Bus jurusan Semarang-Surabaya itu memilih jalur alternatif, Wedarijaksa-Juwana.

Dari Pati kota hingga Wedarijaksa, bus berjalan dengan mulus. Namun sesampainya Alun-alun Juwana, laju bus mulai tersendat. Lebih dari satu jam bus tidak bergerak. Bus yang ditumpangi 40 penumpang itu pun putar balik ke Terminal Kembang Joyo Pati.

’’Tadi lewat Wedarijaksa sampai Alun-alun Juwana. Juwana sejam tidak bisa bergerak. Lalu putar balik ke terminal. Jam 07.00 WIB sudah sampai Alun-alun Juwana. Sampai jam 08.00 WIB tak bergerak, akhirnya bus putar balik,’’ kata dia.
’’Tadi lewat Wedarijaksa sampai Alun-alun Juwana. Juwana sejam tidak bisa bergerak. Lalu putar balik ke terminal. Jam 07.00 WIB sudah sampai Alun-alun Juwana. Sampai jam 08.00 WIB tak bergerak, akhirnya bus putar balik,’’ kata dia.Kemacetan itu hampir setiap hari ia hadapi. Namun, sebelumnya kemacetan tak separah hari ini (2/3/2023).’’Macet parah sejak hari Minggu (26/2/2023). Selasa (28/2/2023) dan Rabu (1/3/2023) macetnya sampai Rembang. Tadi malam sampai Rembang. Ini lebih parah. Di Batangan kabarnya adu banteng. Berebut jalan. Lewat alternatif (Jakenan-Batangan) juga macet,’’ keluhnya.Kemacetan ini terjadi karena perbaikan Jembatan Juwana dan Jalan Pati-Rembang di Kecamatan Batangan. Intensitas hujan yang tinggi membuat kemacetan semakin parah. Hujan membuat baju jalan ambal. Padahal bahu jalan ini digunakan untuk mengurangi kemacetan.Berdasarkan pantauan Murianews, kecamatan sudah terasa di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Pati hingga Rembang kota atau lebih dari 30 km.https://youtu.be/jLoSQ7jme8kReporter: Umar HanafiEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler