Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


BPBD Pati pun baru bisa membuka dapur umum di kantornya sendiri. Itu diungkapkan Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Pati, Martinus Budi Prasetya.

Selain BPBD Pati, DU juga didirikan TNI-Polri dan Dinas Sosial P3AKB Pati. Instansi-instansi itu masing-masing membuka pos DU di Klenteng Hok Tik Bio dan Kantor Dinsos.

’’Kami bangun beberapa titik, TNI-Polri di Klenteng Hok Tik Bio, Dinsos dan BPBD juga ada. Artinya ada tiga titik DU yang dibangun,’’ tutur Martinus, Rabu (8/3/2023).

Baca: Banjir di Pati Tak Kunjung Surut, Status Tanggap Darurat Bencana Ditetapkan

Martinus mengatakan, sejumlah posko tanggap bencana di desa juga dimungkinkan untuk didirikan DU. Seperti Desa Wotan, Desa Gadudero dan Banjarsari. Hanya, saja BPBD mengalami keterbatasan.

Selain keterbatasan jumlah personel, bahan makanan dan peralatan untuk pendirian DU juga masih terbatas. Ia pun berharap masyarakat bisa turut serta membantu untuk keperluan DU.

’’Kami akui peralatan (dan personel) DU masih terbatas. Kecuali DU embrionya dari masyarakat sendiri, baru kami support bahan pangannya,’’ pungkas dia.Akibat keterbatasan itu, bantuan logistik untuk korban banjir jadi tidak merata. Salah satu warga Desa Ngastorejo, Mohammad mengatakan baru mendapatkan bantuan logistik makanan sejak Sabtu (4/3/2023). Padahal banjir di desanya sudah terjadi sejak awal pekan lalu.’’Ini Alhamdulillah sudah ada nasi sarapan dari Dinsos. Tapi baru Sabtu mendapatkan. Padahal banjirnya sudah satu mingguan,’’ kata dia.Diketahui, banjir di Kabupaten Pati kali ini disebut lebih besar dari pada Januari 2023 lalu. Saat ini lebih dari 40 desa di sembilan kecamatan di Pati kebanjiran. Ini membuat Pemerintah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana. Reporter: Umar HanafiEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler