Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Salah satu warga Desa Doropayung, Tina mengatakan, bantuan logistik maupun makanan dari dapur umum belum menyentuh tempat pengungsian yang ditinggali.

’’Untuk kebutuhan makan, ada dapur umum (di Kantor Kecamatan), tapi tidak sampai ke sini,’’ kata dia, Kamis (9/3/2023).

Warga pun terpaksa iuran untuk membeli bahan makanan. Mereka measak sendiri agar kebutuhan makan tercukupi.

Kemacetan Jalan Pantura Pati-Rembang, di Kecamatan Juwana, juga menambah penderitaan mereka. Mereka tidak bisa leluasa membeli bahan makanan karena terkendala jalan macet.

Baca: Penanganan Banjir di Pati Butuh Waktu 20 Tahun

’’Kalau yang mengungsi belum terjangkau. Kita juga butuh untuk logistik makan sehari-hari. Ini sudah dua minggu. Kebutuhan makan seadanya. Kita beli sendiri. Tapi juga kita terkendala macet. Jadi agak susah beli,’’ tutur dia.

Tina mengatakan, kondisi ini berbeda dengan banjir Januari 2023 lalu. Saat itu, setiap hari ia dan warga lainnya mendapatkan bantuan logistik dari dapur umum.’’Kalau Januari hampir tiap hari. Karena tidak ada dapur umum di balai desa. Jadi tidak setiap hari dapat. Kadang dapat kadang tidak,’’ keluh Tina.Perangkat Desa Doropayung, Saleh mengatakan ratusan warganya saat ini masih bertahan di pengungsian lantaran rumah mereka masih tergenang air. Ketinggian air bervariasi antara 10 cm hingga 80 cm.’’Warga mencukupi kebutuhan sendiri-sendiri. Karena belum ada bantuan dari pemerintah. Kemarin (beberapa waktu lalu), bantuan dari BPBD saja ada 25 paket sembako belum kami bagikan. Karena tidak mencukupi untuk warga yang terdampak. Kami pending dulu (penyerahannya),’’ ujarnya. Reporter: Umar HanafiEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler