Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Sebelumnya, ia dituduh sebagai rentenir oleh massa pendukung terdakwa Utomo di Pengadilan Negeri (PN) Pati, Jumat (31/3/2023). Menurutnya, narasi yang digaungkan pihak terdakwa merupakan cara untuk mengaburkan fakta.
’’Kalau tuduhan rentenir, saya ada sayembara. Saya kasih uang Rp 200 juta dan Pajero satu (unit) kalau bisa membuktikan, kalau saya bunga berbunga (rentenir). Karena itu senjatanya Utomo untuk menggiring massa seperti itu,’’ tutur Zana usai menghadiri sidang lanjutan kasus Utomo.
Baca: Pendukung Terdakwa Kasus Penipuan Geruduk PN Pati
Apalagi, lanjut dia, korban Utomo tidak hanya dia seorang. Ada korban-korban lainnya yakni Bambang Mulyono yang menginvestasikan uangnya Rp 1,2 miliar, Muhammad Ridwan Rustama Rp 1 miliar, dan Sumarni Rp 2,2 miliar. Sementara dirinya mengintervensikan uang lebih dari 5,5 miliar.
’’Kalau ada bukti otentik dan valid, buktikan!. Karena korban tidak hanya saya. Apakah korban lainnya itu rentenir juga? Dia menjanjikan 7 persen atas keuntungan saham. Apa itu bisa disebut rentenir?’’ kata Zana.
Ia juga mengungkit-ungkit gelar haji milik Utomo. Bila memang dirinya rentenir, semestinya Utomo tidak berurusan dengannya. Mengingat dosa besar mengintai orang yang berurusan dengan lintah darat.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



