Hasilnya, mereka viral di salah satu medsos, Tiktok dan menjadi salah satu toko kain dengan jumlah
followers terbesar di Indonesia. Akun Tiktok mereka, @RatuTextile.ID mempunyai jumlah followers 245.000.
Owner Ratu Textile ID, Hilal Fiki berbagi kisah ketika pandemi datang penjualan toko
offline mengalami penurunan. Alhasil promosi digital mulai digencarkan.
”Ratu Textile ID sudah berdiri sekitar lima tahunan untuk toko
offline, sedang toko
online baru berumur tiga tahunan. Ratu Textile ID menjual berbagai macam kain. Ada kain untuk seragam sekolah, kantor, pernikahan, polosan, motif, bahkan kain untuk bawahan juga ada. Hampir semua kebutuhan jenis kain kami jual,” ujar Hilal.
Waktu itu, Hilal masih mengandalkan penjualan
offline, pelanggannya hanya dari Margoyoso dan sekitarnya. Saat pandemi, penjualan mereka menurun. Mereka pun mulai menggunakan media sosial untuk pemasaran. Perlahan tapi pasti, penjualan mulai meningkat.
”Pandemi membuat masyarakat berubah, minat belanja masyarakat sama namun tempatnya saja yang berubah, yang awalnya
offline perlahan terkonversi ke
online,” kata Hilal.
Mereka pun terus berinovasi dan melakukan pemasaran di
platform digital lainnya. Proses tak menghianati hasil. Penjualan Ratu Textile ID mengalami meningkatkan drastis setelah memaanfaatkan Tiktok.
”Kami baru masuk tiktok sekitar lima bulan yang lalu. Berawal dari pengalaman pembeli yang kami angkat jadi konten hingga kami viral di sana.
Alhamdulillah kami menjadi salah satu akun toko kain dengan
followers terbesar di Indonesia,” tutur dia.
Pembeli pun tidak lagi didominasi dari pasar domestik. Pelanggan dari luar Kabupaten Pati, luar pulau dan luar negeri pun mulai melirik Ratu Textile. Kini, mereka sudah ekspor ke luar negeri.
”Penjualan
alhamdulillah sangat luar biasa. Sebelumnya kita mengandalkan pelanggan domestik. Setelah viral, penjualan kita menembus sampai luar pulau. Bahkan tiap bulannya juga ekspor ke beberapa negara seperti Arab Saudi, Malaysia, Singapura, Brunei, dan Taiwan,” ungkap dia.Kini, orderannya mencapai ratusan paket tiap harinya dan mencapai belasan ribu per bulannya. Ini berbeda jauh sebelum pihaknya memanfaatkan media sosial. ”Peningkatan order sekitar 5 kali lipat. Ke depan kita tetap berinovasi dan mengikuti tren. Kita memanfaatkan promosi gratis dan memaksimalkan peluang di era digital,” ucap dia.Pelanggan bisa membeli secara langsung di toko Ratu Textile ID yang beralamatkan di Jalan Ronggokusumo, Sekarjalak RT 4/RW 2, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, 59154.Sedangkan untuk calon pembeli yang berlokasi dari luar daerah bisa order melalui IG, Tiktok, Shopee, Tokopedia, website
ratutextile.id. Atau silakan langsung kontak WA 082135363989. ”Hampir semua
market place kami ada,” tandas dia. (NAC)https://youtu.be/U7UbomauyEAEditor: Ali Muntoha
Murianews, Pati – Perkembangan media sosial dimanfaatkan betul Ratu Textile ID di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Mereka menggunakan berbagai
platform digital untuk mempromosikan barang dagangannya.
Hasilnya, mereka viral di salah satu medsos, Tiktok dan menjadi salah satu toko kain dengan jumlah
followers terbesar di Indonesia. Akun Tiktok mereka, @RatuTextile.ID mempunyai jumlah followers 245.000.
Owner Ratu Textile ID, Hilal Fiki berbagi kisah ketika pandemi datang penjualan toko
offline mengalami penurunan. Alhasil promosi digital mulai digencarkan.
”Ratu Textile ID sudah berdiri sekitar lima tahunan untuk toko
offline, sedang toko
online baru berumur tiga tahunan. Ratu Textile ID menjual berbagai macam kain. Ada kain untuk seragam sekolah, kantor, pernikahan, polosan, motif, bahkan kain untuk bawahan juga ada. Hampir semua kebutuhan jenis kain kami jual,” ujar Hilal.
Waktu itu, Hilal masih mengandalkan penjualan
offline, pelanggannya hanya dari Margoyoso dan sekitarnya. Saat pandemi, penjualan mereka menurun. Mereka pun mulai menggunakan media sosial untuk pemasaran. Perlahan tapi pasti, penjualan mulai meningkat.
”Pandemi membuat masyarakat berubah, minat belanja masyarakat sama namun tempatnya saja yang berubah, yang awalnya
offline perlahan terkonversi ke
online,” kata Hilal.
Mereka pun terus berinovasi dan melakukan pemasaran di
platform digital lainnya. Proses tak menghianati hasil. Penjualan Ratu Textile ID mengalami meningkatkan drastis setelah memaanfaatkan Tiktok.
”Kami baru masuk tiktok sekitar lima bulan yang lalu. Berawal dari pengalaman pembeli yang kami angkat jadi konten hingga kami viral di sana.
Alhamdulillah kami menjadi salah satu akun toko kain dengan
followers terbesar di Indonesia,” tutur dia.
Pembeli pun tidak lagi didominasi dari pasar domestik. Pelanggan dari luar Kabupaten Pati, luar pulau dan luar negeri pun mulai melirik Ratu Textile. Kini, mereka sudah ekspor ke luar negeri.
”Penjualan
alhamdulillah sangat luar biasa. Sebelumnya kita mengandalkan pelanggan domestik. Setelah viral, penjualan kita menembus sampai luar pulau. Bahkan tiap bulannya juga ekspor ke beberapa negara seperti Arab Saudi, Malaysia, Singapura, Brunei, dan Taiwan,” ungkap dia.
Kini, orderannya mencapai ratusan paket tiap harinya dan mencapai belasan ribu per bulannya. Ini berbeda jauh sebelum pihaknya memanfaatkan media sosial.
”Peningkatan order sekitar 5 kali lipat. Ke depan kita tetap berinovasi dan mengikuti tren. Kita memanfaatkan promosi gratis dan memaksimalkan peluang di era digital,” ucap dia.
Pelanggan bisa membeli secara langsung di toko Ratu Textile ID yang beralamatkan di Jalan Ronggokusumo, Sekarjalak RT 4/RW 2, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, 59154.
Sedangkan untuk calon pembeli yang berlokasi dari luar daerah bisa order melalui IG, Tiktok, Shopee, Tokopedia, website
ratutextile.id. Atau silakan langsung kontak WA 082135363989. ”Hampir semua
market place kami ada,” tandas dia. (NAC)
https://youtu.be/U7UbomauyEA
Editor: Ali Muntoha