Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, sembilan kecamatan itu terletak di Pati bagian selatan dan timur. Seperti Kecamatan Sukolilo, Kayen, Tambakromo, Winong, Pucakwangi, Jaken, Batangan, Gabus dan Juwana.

Puluhan desa yang tersebar di sembilan kecamatan ini berpotensi mengalami kekurangan air bersih saat musim kemarau mendatang.

Baca: Warga Pati Diminta Waspada Bencana Kekeringan, Kemarau Panjang Mengintai

Jumlah ini bisa bertambah bila tidak ada penanganan ektra. Masyarakat pun diminta waspada dan menghemat air bersih sejak sekarang.

Kepala Pelaksanaan Harian (Kalakhar) BPBD Kabupaten Pati Martinus Budi Prasetya memaparkan musim kemarau pada tahun 2023 ini diprediksi berlangsung lama. Mulai bulan Mei hingga Oktober.

Panjangnya musim kemarau ini disebabkan adanya fenomena El Nino. Setelah beberapa tahun yang lalu adanya fenomena La-Nina yang mengakibatkan kemarau basah.

”El Nino naiknya suhu permukaan air laut yang menyebabkan suhu panas di beberapa negara Asia. Ini bisa mengakibatkan kemarau panjang dan gagal panen,” ujar Martinus.

Ia pun berharap kepada masyarakat untuk bersiap menghadapi fenomena alam ini. BPBD Kabupaten Pati berharap masyarakat menghemat air agar kelangkaan air bersih tidak meluas.Martinus juga meminta para petani untuk menanam komoditas pertanian yang tahan suhu panas daripada tanaman yang memerlukan banyak air.Baca: Puluhan Desa di Rembang Terancam Alami Kekeringan”Harus di siapkan masyarakat untuk menghadapi kekeringan ini, petani kami minta mengganti tanaman yang tahan panas. Karena sangat tidak ideal kalau menanam padi,” tutur dia.Ia mengatakan, saat ini Kabupaten Pati sudah memasuki pancaroba. Suhu di Kabupaten Pati sudah mengalami kenaikan dari sebelumnya di bawah 30 drajat celsius saat ini lebih dari 30 drajat celsius.”Suhu di Kabupaten Pati sekitar 33 drajat celsius. Kita bersyukur karena suhu ini tergolong normal karena ini peralihan musim,” pungkas dia. Editor: Cholis Anwar

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler