Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
”Kedua desa tersebut masuk lokus desa stunting. Angka anak stunting tinggi. Kami akan mengadakan pemeriksaan bersama di kedua desa tersebut. Kita akan lakukan kegiatan ini bersama rumah sakit serta pihak desa,” kata Kepala Dinkes Pati Aviani Tritanti Venusia, Rabu (14/6/2023).
Namun, hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Dinkes Pati menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan. Dari puluhan anak yang terindikasi stunting di Desa Sukoharjo, hanya 10 persen atau 3 anak saja yang mengalami stunting. Sementara itu, sisanya memiliki tinggi badan pendek karena faktor genetik.
Baca: Atasi Stunting, Pemkab Pati Bentuk TPPS
”Dari hasil pemeriksaan kemarin, kami mengandeng KSH Pati, ternyata hanya 10 persen yang stunting sesuai definisi oprasional. Yang lain itu pendek atau sangat pendek,” ujar Aviani.
Aviani menjelaskan bahwa stunting adalah gangguan perkembangan dan psikososial yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis. Oleh karena itu, pihaknya meminta berbagai pihak untuk turut serta dalam menyelesaikan permasalahan stunting ini.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



