Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Ketua RT setempat, Wahyu mengatakan korban bernama Budiati (31). Sedangkan penemu mayat ini pertama kali diketahui oleh suaminya, Mashuri (35).

Saat itu, suami korban pulang ke rumah setelah bekerja beberapa hari di Kabupaten Rembang. Ia pulang lantaran sekitar dua hari terakhir tidak mendapatkan kabar dari sang istri.

”Tadi malam suaminya pulang pukul 21.20 WIB, sampai rumah,” ujar Wahyu, Kamis (15/6/2023).

Baca: Santri di Bogor Ditemukan Tewas di Septic Tank 

Sesampainya di rumah, Mashuri kaget. Ia mendapati istrinya meninggal. Dia langsung keluar rumah dan meminta pertolongan kepada tetangganya. Warga pun berbondong-bondong ke lokasi kejadian.

”Selang lima menit keluar rumah minta tolong ke tetangga. Dia bilang istrinya dalam keadaan kaku. Ada luka gosong-gosong di pipi. Selang lima menit, warga menghubungi saya,” ungkap Wahyu.

Ia selaku Ketua RT kemudian bergegas ke kediaman korban. Saat memasuki rumah korban, Wahyu melihat korban sudah terbujur kaku. Ada beberapa luka lebam di tubuhnya.
Ketiga anaknya juga ditemukan dalam keadaan lemas. Korban memeluk anak bungsunya yang masih bayi. Sementara dua anak lainnya memeluk punggung korban. Mereka masing-masing berusia 4 tahun dan 2 tahun.“Saya kesana memang sudah meninggal. Ada bayinya yang dipeluk. Lalu saya larikan ke rumah sakit. (karena sudah dehidrasi),” pungkas dia.Baca: Geger! Penemuan Mayat di Pabrik Bata Ketenan PatiSementara itu, Kasat Reskrim Polresta Pati Onkoseno Gradiarso Sukahar, mengaku pihaknya telah mengevakuasi korban. Polresta Pati sedang menyelidiki kasus ini.”Siang ini kami agendakan untuk autopsi dulu. Nanti perkembangan kami kabari kembali,” pungkas dia.https://youtu.be/DUUsCkglIVgEditor: Cholis Anwar

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler