Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala Bidang Peternakan Dispertan Pati, Andi Hirawadi bahkan mengklaim populasi hewan kurban siap potong di Pati tahun ini surplus dari kebutuhan. Bahkan beberapa hewan kurban asal Kabupaten Pati dikirimkan ke Jawa Barat hingga Jakarta.

”Stok cukup, Pati surplus karena kita sebagai pengiring ternak dari Jakarta, Jawa Barat dan sekitarnya. Stok kita memang banyak,” ujar Andi, Rabu (21/6/2023).

Baca: Harga Sapi di Pati Naik Jelang Iduladha, Peternak Bungah

Kabupaten Pati memiliki lebih dari seratus ribu ekor hewan kurban pada tahun ini. Dengan rincian, hewan kurban sapi tersedia sebanyak 39.072 ekor, kerbau 807 ekor, kambing 61.666 ekor, dan domba 6.861 ekor.

”Hewan-hewan itu siap untuk dikurbankan.  Yang memenuhi kriteria untuk kurban yaitu jantan, sehat, dewasa dan siap dipotong,” tambahnya.

Berdasarkan data pemotongan hewan kurban  yang dimiliki Dispertan, jumlah populasi hewan untuk kurban tahun ini jauh melebihi jumlah hewan yang dipotong di tahun 2021 dan 2022.

Pada tahun 2021 hewan kurban di Pati yang siap potong tidak sampai puluhan ribu. Yakni sapi hanya 2.472 ekor, kerbau 109 ekor, kambing 12.431 ekor, dan domba 409.”Kalau pada tahun 2022, jumlah populasi sapi untuk kurban sebanyak 2.844 ekor, kerbau 89 ekor, kambing 13.173 ekor, dan domba 402 ekor,”  Papar Andi.Baca: Mendekati Kurban, 1.500 Ekor Sapi di Pati Malah Terjangkit PMKKebutuhan hewan kurban tahun ini diproyeksikan meningkat dari tahun sebelumnya mengingat perekonomian masyarakat juga naik. Hal ini dibuktikan dengan ramainya aktivitas pasar hewan dan tingginya permintaan hewan kurban.Adanya wabah PMK dan LSD yang melanda Pati sejak tahun lalu juga menurut Andi tidak terlalu mempengaruhi harga jual daging apalagi menyurutkan warga Pati untuk transaksi jual beli. Editor: Cholis Anwar

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler