Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Para Ketua RT/RW itu datang berbondong-bondong dengan membawa baliho tuntutan sekitar pukul 10.00 WIB. Alat pengeras suara juga disiapkan untuk menyuarakan aspirasi mereka.

Personel keamanan juga tampak berjaga-jaga. Water canon disiapkan untuk mengamankan demonstran, sehingga aksi berjalan dengan aman dan tertib.

Baca: Dana Rp 2,6 Miliar Disiapkan untuk Honor Narik Pajak bagi Ketua RT RW di Kota Semarang

”Yang hadir merupakan putra-putri terbaik. Tapi begitu datang sudah disambut dengan water canon. Bapak. Kita jangan menyalahkan anggota keamanan mungkin ini bagian dari protap,” ujar Koordinator Aksi Sutrisno, saat berorasi.

Menurut Sutrisno, tunjangan sebesar Rp 500 ribu per tahun tidak layak. Apalagi Ketua RT/RW merupakan unsur pemerintahan yang berhadapan langsung dengan masyarakat.

”Kita menuntut tunjangan RT RW dinaikkan perbulan Rp 500 ribu. Sekarang 500 ribu per tahun. Ini ndak layak dan ndak wajar. Kita artikan ini uang penghinaan,” kata dia.

Ia mengatakan sebenarnya, pihaknya sudah melakukan audiensi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati pada awal pekan lalu. Namun, belum ada hasil yang memuaskan bagi mereka.Baca: Empat Kerangka Ditemukan di Purwokerto, Diduga Bayi Korban AborsiPihaknya pun melancarkan aksi demonstrasi agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati maupun DPRD Kabupaten Pati menanggapi tuntutan mereka. Bila nanti tidak ditanggapi, pihaknya siap melancarkan aksi susulan.”Nanti siap demonstrasi lebih besar dari hari ini. Demo ini dihadiri 2 ribu peserta,” pungkas dia.Selain Ketua RT/RW, beberapa kepala desa di Kabupaten Pati juga ikut dalam demonstrasi ini. Mereka mendukung tuntutan para Ketua RT/RW. Editor: Cholis Anwar

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler