Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Para Ketua RT/RW itu datang berbondong-bondong dengan membawa baliho tuntutan sekitar pukul 10.00 WIB. Alat pengeras suara juga disiapkan untuk menyuarakan aspirasi mereka.
Personel keamanan juga tampak berjaga-jaga. Water canon disiapkan untuk mengamankan demonstran, sehingga aksi berjalan dengan aman dan tertib.
Baca: Dana Rp 2,6 Miliar Disiapkan untuk Honor Narik Pajak bagi Ketua RT RW di Kota Semarang
”Yang hadir merupakan putra-putri terbaik. Tapi begitu datang sudah disambut dengan water canon. Bapak. Kita jangan menyalahkan anggota keamanan mungkin ini bagian dari protap,” ujar Koordinator Aksi Sutrisno, saat berorasi.
Menurut Sutrisno, tunjangan sebesar Rp 500 ribu per tahun tidak layak. Apalagi Ketua RT/RW merupakan unsur pemerintahan yang berhadapan langsung dengan masyarakat.
”Kita menuntut tunjangan RT RW dinaikkan perbulan Rp 500 ribu. Sekarang 500 ribu per tahun. Ini ndak layak dan ndak wajar. Kita artikan ini uang penghinaan,” kata dia.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



