Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kejadian ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia. Korban longsoran tebing di Sukolilo ini belum diketahui identitasnya.

Kapolsek Sukolilo, AKP Sahlan mengatakan korban yang meninggal dunia merupakan sopir dump truk. Korban berniat mengangkut hasil tambang di area tersebut. Namun tiba-tiba longsor menimpanya.

Baca juga: Galian C di Sukolilo Pati Kembali Longsor

”Korban yang meninggal sopir. Ia berniat melintas ngambil batu dengan membawa truknya. Jalan itu melewati tebing. Saat melintas tebing itu terjadi longsor,” terang AKP Sahlan, lewat sambungan telepon, Minggu (2/7/2023).

Sementara terkait identitas korban belum disebutkan. Kasus ini pun dilimpahkan ke Polresta Pati.

”Sementara korban yang lain belum ada. Tapi kasus ini selanjutnya ditangani di Polresta Pati,” imbuhnya.

Sementara itu, salah satu warga sekitar yang tak mau disebutkan namanya, mengungkapkan, longsor tersebut terjadi sekitar pukul 06.30 WIB. Kejadian itu dilihatnya bersama beberapa warga sekitar dari kejauhan.

Pasalnya, mereka dilarang masuk areal pertambangan tersebut.Akibat kejadian itu, satu alat berat berupa excavator penghancur batu tertimbun runtuhan longsor.”Kejadian kurang lebih sekitar jam 06.30 WIB pagi. Itu ada satu alat berat yang ketimbun matrial batu kapur. Helper atau sopir pengganti selamat. Tapi ada luka-luka bagian kakinya,” ujar dia.Ia menyebut, aktivitas pertambangan di wilayah tersebut sudah beroperasi saat terjadinya longsor. Pasalnya, saat terjadinya longsor kendaraan yang memuat hasil tambang sudah ramai berdatangan.”Saat kejadian longsor itu sudah ramai dump truk di lokasi tersebut. Tapi beberapa saat terus sepi. Meski masih ada dump truk yang parkir di seputaran luar tambang. Masih nunggu,” terang dia.Terpisah, Ketua Perkumpulan Warga Sosial, Hukum dan Lingkungan Hidup (Wali-SHL) Pati Sutrisno mengatakan,  longsor di areal pertambangan di Desa Kedungwinong bukan kali pertama ini terjadi. ”Ini longsor yang kedua kalinya. Tambang yang longsor ini juga belum punya izin,” imbuh dia Editor: Dani Agus

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler