Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Pati – Kasus HIV/AIDS dari kaum homoseksual atau lelaki seks lelaki (LSL) di Kabupaten Pati terus meningkat. Kini angka HIV/AIDS dari kaum ini menembus lebih dari 600 kasus.Data ini bersumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pati. Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Pati Joko Leksono pun berupaya untuk penanggulangan kasus HIV/AIDS ini.”Data statistik yang kita peroleh ada 600-an lebih kelompok lelaki seks lelaki (LSL) yang positif HIV/AIDS. Kita pantau melalui kelompok penjangkau yang ada. Ini dilakukan agar yang positif ini bisa minum obat yang telah disediakan oleh pemerintah, ini dalam rangka untuk pengendalian,” jelas dia.BacaUps, LGBT Diduga Picu Melonjaknya Kasus HIV di PatiMenurut Joko, penanggulangan HIV/AIDS dari kaum homoseksual ini mempunyai tantangan ekstra. Pasalnya, mereka sangat tertutup.”Jadi kita tidak bisa menjangkaunya secara langsung, itu sangat tertutup. Mereka saling berhubungan. Biasanya saling berganti pasangan,” kata dia.Mereka punya lingkaran tersendiri dalam sebuah grup aplikasi Grindr. Grup ini dikelola oleh admin layaknya grup percakapan Whatsapp. Melalui grup itu mereka berhubungan dan berkencan.
”Selain suka sesama jenis, ada juga yang punya pasangan lawan jenis. Ini memang menjadi perhatian kami dalam upaya penanggulangan, karena memang sangat berisiko,” lanjut Joko.Sementara itu secara garis besar penanggulangan yang dilakukan di Kabupaten Pati adalah dengan bekerjasama dengan para penjangkau.Melalui para penjangkau ini dilakukan edukasi untuk memeriksakan diri apakah positif tertular HIV/AIDS, selain itu juga diedukasi dan ajak untuk rutin dalam mengonsumsi obat.BacaPolisi Pastikan 2 Lelaki Telanjang di Depan Pasar Trangkil Bukan Pasangan LGBT”Mereka juga berperan dalam memfasilitasi para pengidap HIV/AIDS untuk mengambil obat. Setiap bulan pemerintah menyediakan obat ARV, ini harus rutin diminum. Supaya membantu menghambat virus yang bisa memperburuk penderita HIV/AIDS,” pungkas dia. Editor: Cholis Anwar

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler