Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Pati – Kekeringan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, masih belum berakhir hingga pekan terakhir bulan September 2023 ini. Sudah berbulan-bulan warga beberapa desa di Kecamatan Pucakwangi, Pati, mengalami krisis air bersih. 

Belasan desa di Kecamatan Pucakwangi mengalami kekeringan sejak beberapa bulan yang lalu. Ribuan warga pun masih membutuhkan bantuan air bersih untuk kebutuhan rumah tangga mereka dan ibadah. 

Di antara desa di Kecamatan Pucakwangi itu yakni Desa Plosorejo dan Desa Tanjungsekar. Saat musim hujan, warga Tanjungsekar memanfaatkan air sumur dan air embung untuk kebutuhan rumah tangga. 

Namun, saat musim kemarau ini, sumur warga mengering. Sementara volume air embung yang menjadi andalan warga menyut. Selain itu, air embung juga keruh. Tak bisa dikonsumsi. 

”Kondisi saat ini sumur tidak bisa dikonsumsi kira-kira 11-12 meter. Sejak enam bulan kekeringan. Ini warga mengandalkan bantuan,” ujar Jarwi, salah satu warga Tanjungsekar. 

Hal senada juga diungkapkan warga Desa Plosorejo. Salah satu warga desa tersebut, Aziz mengatakan, kekeringan melanda desanya sudah berbulan-bulan. 

”Kekurangan air lumayan cukup lama. Kesulitan mendapatkan air. Kalau bisa ada bantuan air bersih setia harinya,” kata dia. 

Bantuan air bersih di dua desa itu, selama ini sekitar dua-tiga hari sekali. Sekali dropping air bersih, bantuan itu habis dalam sehari. Ini membuat warga kekurangan air bersih. 

Selain di dua desa itu, lebih dari 60 desa di Kabupaten Pati mengalami krisis air bersih. Desa-desa itu tersebar di 12 kecamatan. Yakni, Kecamatan Pucakwangi, Jaken, Jakenan, Winong, Tambakromo, Gabus, Kayen, Sukolilo, Tayu, Batangan, Margorejo, dan Trangkil. 

Editor: Ali Muntoha

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler