Geger, Pria di Tayu Pati Ditemukan Meninggal Dalam Mobil
Umar Hanafi
Jumat, 27 Oktober 2023 17:43:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Pati – Warga Desa Sendangrejo, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah geger pada Jumat (27/10/2023) pagi. Seorang pria ditemukan meninggal dunia di dalam mobil. Tepatnya di depan Indomaret desa setempat.
Kapolsek Tayu Iptu Aris Pristianto menuturkan, penemuan mayat itu terjadi sekitar pukul 06.00 WIB. Waktu itu, seorang warga mencurigai sebuah mobil Toyota Avanza yang terparkir di depan minimarket tersebut.
Seorang warga lantas mengecek mobil tersebut. Ia melihat seorang pria terbaring di dalam mobil berpelat nomor K-1428-KC tersebut.
”Ia kemudian mencoba membangunkan korban. Namun korban tidak bangun-bangun. Selajutnya dia melaporkan kejadian ke Polsek Tayu,” ujar Iptu Aris.
Setelah mendapatkan laporan, pihaknya kemudian mendatangi lokasi kejadian. KA SPKT III Aiptu I Komang Swardjana bersama anggota mengecek lokasi. Korban yang kemudian diketahui bernama Aspuri (49) warga Desa Purworejo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati itu sudah meninggal.
”Kemudian menghubungi tim medis dari RS KSH Tayu yang di pimpin dr Rizki. Selanjutnya membawa korban ke RS KSH Tayu untuk dilakukan pemeriksaan luar mayat,” kata dia.
Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis, korban sudah dalam keadaan dingin dan tidak ada denyut nadi.
Korban diduga meninggal dunia sekitar dua jam sebelum ditemukan. Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka untuk dilakukan proses pemakaman.
”Tidak ada tanda-tanda penganiayaan. Korban memiliki riwayat penyakit hipertensi. Bahwa perwakilan dari pihak keluarga bersama Kades Purworejo telah membuat surat pernyataan mengikhlaskan,” pungkasnya.
Editor: Ali Muntoha



