Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Pati – Sejumlah instansi di Kabupaten Pati, Jawa Tengah (Jateng), rela iuran untuk mengatasi stunting di daerah berjuluk Bumi Mina Tani itu. Saat ini, dana yang terkumpul berjumlah Rp 254,4 juta.

Instansi ini dari berbagai latar, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati hingga stakeholder lainnya.

Iuran ini dilakukan setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) melaksanakan program Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS). Dalam program ini, instansi-instansi itu urun rembug dan iuran untuk mengatasi stunting.

Ketua TPPS Kabupaten Pati, Muhtar mengatasi dari dana yang terkumpul itu Rp 254,4 juta, pihaknya telah mengalokasikan sebagian besar kepada orang tua anak yang terindikasi stunting.  Sebesar Rp 238.900.000 telah disalurkan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

”Dari program BAAS, selama ini telah terkumpul sebesar Rp 254.415.000 dengan yang sudah tersalurkan yakni Rp 238.900.000. Sehingga masih ada sisa Rp 15.515.000,” ungkapnya.

Selain OPD beberapa instansi terlibat dalam program ini. Di antaranya camat dan anggota DPRD Kabupaten Pati. Bahkan, salah satu anggota DPRD Kabupaten Pati, Suwarno iuran sebesar Rp 30 juta.

Uang ini diberikan kepada anak yang terindikasi stunting. Berdasarkan pencatatan elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis masyarakat (e-PPGBM) pada bulan Februari lalu, sekitar 4 ribu anak di Kabupaten Pati terindikasi stunting.

Masing-masing anak terindikasi stunting diberikan bantuan Rp 2,7 juta. Dengan tujuan untuk kebutuhan makanan tambahan, asupan nutrisi dan gizi.

 

Editor: Cholis Anwar

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler