Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Pati – Masyarakat Kabupaten Pati diminta mewaspadai kemarau panjang pada tahun 2024 ini. Pasalnya, musim kemarau ini diprediksi membuat kekeringan di Pati Bumi Mina Tani lebih parah daripada tahun sebelumnya.

Hal ini diungkapkan Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati, Martinus Budi Prasetyo. Ia mengatakan ancaman bencana kekeringan sudah di depan mata. Bahkan pada bulan Mei 2024 ini, sudah ada laporan desa yang mengalami kekeringan.

”Desa Tambahagung, Kecamatan Tambakromo yang sudah meminta bantuan air bersih. Artinya selain Desa Tambahagung belum ada yang mengalami kesulitan air bersih,” ungkap Martinus, Kamis (30/5/2024).

Ia pun memperkirakan sejumlah desa yang tersebar di beberapa kecamatan terancam mengalami kekeringan pada musim kemarau ini. Di antara Jakenan, Jaken, Pucakwangi, Winong, Tambakromo, Kayen, Sukolilo, Gabus,  Dukuhseti, Tayu hingga Kecamatan Batangan.

”(Prediksi yang paling parah di) Eks Kawadenan Jakenan itu Kecamatan Jaken, Jakenan, Winong, Pucakwangi, kemudian di tambah Batangan. Kemudian kalau eks Kayen itu mulai Tambakromo, Gabus dan Sukolilo,” bebernya.

Martinus menyebut, wilayah-wilayah tersebut sudah menjadi langganan bencana kekeringan. Setelah sebelumnya juga dilanda bencana banjir.

”Kalau di Pati itu wilayah yang mengalami banjir di musim penghujan itu akan mengalami kekeringan di musim kemarau. Jadi ketika musim hujan tidak ada tanaman yang mampu menahan air, karena air langsung turun ke bawah dan mengakibatkan tidak mata air yang bisa dimanfaatkan,” sebutnya.

Saat ditanya terkait langkah penanganan, pihaknya mengaku telah bersiap untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat yang terdampak. Sedangkan penanganan jangka panjang, BPBD Pati akan bekerja sama dengan instansi lainnya.

”Upaya kami membantu kebutuhan dasar masyarakat, air bersih. Kita layani, kita dropping air bersih. Sedangkan penyelesaian yang lebih permanen dan berkelanjutan itu tidak di BPBD. Tapi melibatkan instansi lain. Misalnya pembuatan sumur dalam,” pungkasnya.

Editor: Cholis Anwar

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler