Pilkada Pati 2024
Wahyu-Suharyono Siap Majukan Ekonomi Ratusan Pesantren di Pati
Umar Hanafi
Minggu, 27 Oktober 2024 17:49:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Pati – Pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Pati Wahyu Indriyanto dan Suharyono (Wahyu-Suharyono) menghadiri acara Halaqoh Kiai Muda di Gedung PGRI Pati, Sabtu (26/10/2024). Paslon nomor urut 2 ini pun siap memajukan ekonomi ratusan pondok pesantren di Pati.
Puluhan kiai muda yang berasal dari berbagai pondok pesantren (ponpes) di Kabupaten Pati tampak antusias menghadiri acara itu. sejumlah tokoh tampak juga menghadiri acara itu. Diantaranya, Pimpinan Yayasan Al Mawaddah KH Sofiyan Hadi, Ketua Rabithoh Maahid Islamiyah (RMI) NU Kabupaten Pati KH Liwa’udin alias Gus Liwa, Komisi V DPR RI Haryanto serta sejumlah tokoh agama lain.
Dalam kesempatan itu, Wahyu Indriyanto dan Suharyono berupaya mendengarkan aspirasi, keluhan maupun harapan dari para kiai muda pengasuh maupun pengelola pondok pesantren di Kabupaten Pati.
Wahyu menyebut, bahwa visi misi yang ia bawa dalam Pilkada ialah terwujudnya Kabupaten Pati yang sejahtera, unggul dan berkeadaban. Di dalam misi yang ia bawa, terdapat program-program yang mampu saling bersinergi dengan pondok pesantren.
”Halaqoh ini mengangkat tema Ekonomi Mumpuni, Pesantren Lebih Mandiri. Hal ini menyikapi perkembangan zaman. Era yang mana kebutuhan selalu meningkat, santri tidak hanya harus belajar agama, melainkan juga harus belajar wirausaha,” jelasnya.
Wahyu menilai, bahwa saat lulus dari pesantren, santri tidak hanya memiliki bekal ilmu agama namun juga berbekal ilmu wirausaha. Tentunya, dengan adanya wirausaha di pondok pesantren, mampu meningkatkan ekonomi.
”Sehingga, tidak bergantung dengan pembiayaan yang bersumber hanya dari eksternal saja. Kalau ponpes memiliki usaha, laba yang berasal dari jalannya wirausaha bakal kembali lagi ke pesantren,” jelasnya.
Wahyu pun menyebut, bila ia bersama Suharyono terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Pati, akan berkomitmen meningkatkan SDM khususnya di lingkungan pendidikan pondok pesantren. Selanjutnya, akan membantu memfasilitasi wirausaha maupun pembiayaan yang berkaitan dengan pemerintah daerah.
- 1
- 2



