Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Pati – Keberadaan gas melon alias gas Elpiji 3 kilogram langka di sejumlah wilayah di Kabupaten Pati. Kondisi ini memaksa beberapa pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Pati beralih pakai kayu bakar untuk bisa terus berproduksi.

Meski Pemerintah sudah memperbolehkan pengecer berjualan gas melon kembali, namun sampai saat ini keberadaan gas itu masih langka di sejumlah tempat. Seperti halnya di wilayah Kecamatan Kayen.

Imbas masih langkanya gas melon tersebut, membuat warga terpaksa harus menggunakan kayu bakar untuk keperluan memasak. Hal ini dialami salah satu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Restutik.

Pemilik usaha keripik tempe dengan brand Alyya Food itu, terpaksa memakai kayu bakar untuk bisa memasak atau menggoreng keripik tempe. Langkah ini diambil untuk bisa terus menjalanka usahanya.

”Sekitar seminggu ini gas melon susah. Jadi supaya saya tidak kehabisan stok keripik, saya pakai kayu bakar untuk solusi stok keripik saya terjaga,” ujar warga Desa Kayen, Kecamatan Kayen ini, Rabu (5/2/2025).

Dalam sehari, ia bisa menghabiskan dua sampai dengan tiga tabung gas melon untuk keperluan menggoreng keripik tempe. Namun, dengan kondisi gas yang saat ini langka, ia harus beralih ke kayu bakar.

Saat ini, ia paling cepet bisa tiga hari baru mendapatkan gas melon. Itupun, ia harus mencari ke luar desa hingga luar kecamatan untuk memperoleh gas melon. Harga gas melon itu kisaran Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu di tempat pengecer.

Harga variatif...%NEW_PGE%

”Kalau harga bervariatif ya. Ya kadang dapat Rp 20 ribu, Rp 23 ribu dan paling mentok ya di harga Rp 25 ribu,” ujar dia.

Dirinya berharap, kondisi seperti ini bisa segera teratasi. Dirinya menaruh harapan agar keberadaan gas melon bisa lancar kembali seperti semula.

Dengan begitu, menurutnya para pelaku usaha juga bisa memproduksi dengan lancar. Sehingga perekonomian bisa stabil bahkan bisa meningkat. Begitu juga dengan masyarakat lainnya juga mudah untuk memenuhi kebutuhan memasak.

Editor: Budi Santoso

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler