Tabrakan Kapal Nelayan Tradisional di Laut Pati, Satu Orang Hilang!
Umar Hanafi
Jumat, 28 Maret 2025 07:13:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Pati – Tabrakan Kapal nelayan tradisional terjadi di Laut Pati. Lokasi kejadian tepatnya berada di perairan Banyutowo, sekitar 800 meter dari alur Sungai Alas Dowo, Kecamatan Dukuhseti, Pati, Kamis (27/3/2025). Satu orang korban dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.
Kasat Polairud Polresta Pati, Kompol Hendrik Irawan mengungkapkan kecelakaan tersebut melibatkan dua kapal nelayan tradisional. Masing-masing KM Mas Biru GT 3 dan Kapal Garut Bukur.
Kejadian tabrakan kapal itu bermula saat KM Mas Biru GT 3 yang dinakhodai oleh Hasyim Mustopa (37) sedang dalam perjalanan pulang dari melaut menuju dermaga TPI Banyutowo. Ketika mendekati muara sungai Alas Dowo, kapal tersebut menabrak Kapal Garut Bukur yang sedang menangkap kerang.
“Jarak yang terlalu dekat membuat tabrakan tidak dapat dihindari,” jelas Kasat Polairud Polresta Pati, Kompol Hendrik Irawan, Jumat (28/3/2025).
Akibat tabrakan kapal tersebut, Kapal Garut Bukur yang dinakhodai Warsito (35) mengalami kerusakan dan kebocoran. Setelah tabrakan, Hasyim Mustopa berusaha memberikan pertolongan dengan melemparkan tali kepada korban, Warsito.
Upaya penyelamatan terus dilakukan, namun korban yang beralamat Dukuh Slempong Desa Dukuhseti Kecamatan Dukuhseti itu tetap berada dikapalnya. Akibatnya, korban ikut tenggelam bersama dengan kapalnya.
”Korban akhirnya tenggelam beserta kapalnya,” ujar Kompol Hendrik Irawan.
Saksi Mata...
- 1
- 2



