Honorer RSUD Soewondo Tak Lolos Seleksi, Sudewo: Silakan Lapor Polisi
Umar Hanafi
Jumat, 11 April 2025 22:51:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Pati – Bupati Pati Sudewo mempersilakan tenaga honorer RSUD Soewondo yang tidak lolos dalam seleksi pemangkasan karyawan, untuk melaporkan ke pihak kepolisian.
Ia mengaku siap meladeni laporan tersebut. Bahkan pihaknya siap membuat laporan balik. Menurutnya, para tenaga honorer yang masuk RSUD Soewondo tak melalui prosedur yang legal.
”Yang tidak lolos lapor polisi silakan. Yang seharusnya lapor polisi itu kami bukan mereka. Karena dia masuk tidak melalui prosedur yang bener,” ungkap Sudewo saat meninjau RSUD Soewondo Pati, Jumat (11/4/2025).
Bahkan, Sudewo mencium ada indikasi jual beli kursi tenaga honorer di RSUD Soewondo. Dirinya pun percaya diri bisa memenangkan proses hukum tersebut.
”(Mereka masuk) tidak ada pengumuman, tidak ada seleksi, tiba-tiba masuk. Indikasi nyogok menyogok. Indikasinya pakai uang. Kalau dia mau lapor polisi silakan. Saya juga lapor polisi. Nanti diuji saja di kepolisian. Jadi dia atau kami yang diproses hukum. Saya juga ancang-ancang untuk lapor kalau dia lapor,” tutur Sudewo.
Ia mengungkapkan berdasarkan laporan yang diterimanya, tenaga honorer ini membayar kisaran Rp 80 juta hingga Rp 100 juta per orang.
”Katanya bayar 80 juta Rp 100 juta untuk masuk kog,” kata Sudewo.
Tunggu kontrak habis...
- 1
- 2



