Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Pati – Pembatalan kenaikan pajak bumi dan bangunan (PBB) di Kabupaten Pati, Jawa Tengah membuat sejumlah proyek pembangunan gagal dikerjakan.

Proyek-proyek itu rencananya dikerjakan dengan dana bersumber dari Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pati 2025 ini.

Daftar proyek yang gagal dikerjakan itu tersebar di sejumlah platform media sosial hingga aplikasi berbagi pesan, WhatsApp. Dari daftar itu, di antaranya yakni perbaikan ruang perawatan RSUD RAA Soewondo hingga belasan ruas jalan.

Bidang (Kabid) Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, Hasto Utomo mengakui ada sejumlah proyek yang gagal terlaksana tahun ini. Pembatalan ini dikarenakan kebijakan kenaikan PBB dibatalkan.

”(Daftar itu) di perubahan anggaran benar (tak jadi dibangun). Memang rencana di perubahan anggaran beberapa jalan tidak jadi dikerjakan karena itu kenaikan PBB batal,” ujar Hasto kepada Murianews.com, Sabtu (23/8/2025).

Ia memaparkan sejumlah pekerjaan itu di luar proyek yang sebelumnya dicanangkan Bupati Pati Sudewo yang menelan hingga Rp 320 miliar.

”Itu diluar Rp 320 miliar. (Daftar proyek) itu direncanakan di perubahan anggaran, tapi tidak jadi,” ungkap Hasto.

Meskipun gagal dikerjakan tahun ini, sejumlah proyek yang dianggarkan hingga 15 miliar itu rencananya dikerjakan pada 2026 mendatang.

”Rencananya ya digeser di APBD 2026. Tetap berjalan hanya ditunda tahun 2026. Total ada sekitar 12-13 ruas jalan. Kurang lebih membutuhkan Rp 18 miliar. Jadi proyek Rp 320 miliar tidak terganggu,” tandas Hasto.

Proyek Apa Aja yang Gagal? 

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler