Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Pati – Puluhan warga Desa Talun, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, Jawa Tengah menggelar demo di depan Balai Desa setempat, Senin (1/8/2025). Beberapa massa memakai kaus One Piece sebagai simbol perjuangan.

Warga tergabung dalam Solidaritas Warga Talun mendemo Pj Kepala Desa (Kades) Sholeh agar lebih transparan dalam menjalankan roda kepemerintahan.

Aalasan delelah kita beli. Paling tidak (kaus One  Piece) ini sebagai simbol perjuangan mewakili rakyat,” ujar perwakilan warga Desa Talun Muh Ibnu Abbas.

Setidaknya terdapat sembilan tuntutan dalam aksi tersebut. Transparansi Pengelolaan APBDes tahun Anggaran 2025, transparansi penyewaan tanah aset desa (Blok Capit) dan transparansi pengelolaan tanah Bengkok Mudinan.

Lalu, ponyelesaian program PTSL tahun 2018, kojelasan pengembalian uang pendaftaran PTSL tahap 2 Tahun 2023, kejelasan biaya perubahan SPPT (Tupi Pajak), transparansi Pengelolaan BUMDes 2016-2024, penunjukan Pj Kades yang berintegritas dan Pomdes Wajib Memasukkan 70 Persen Bengkok Kades ke PAD Tahun 2026.

”Kami, Solidaritas Warga Talun, menolak keberadaan Pj Kepala Desa yang tidak berpihak pada kepentingan rakyat dan hanya mencari keuntungan pribadi dari tanah bengkok desal,” tandas dia.

Editor: Cholis Anwar

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler