Laka Maut di Jalan Sudirman Pati, Pengendara Motor Meninggal di Tempat
Umar Hanafi
Minggu, 28 September 2025 07:23:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Sesampainya di tempat kejadian Laka Maut, korban yang mengendarai sepeda motor Honda CB B-3876-SN seorang diri, diduga berjalan terlalu ke kanan. Kecepatan dalam mengendarai juga diduga juga tinggi, sehingga akhirnya menabrak pembatas perbaikan jalan di Jalan Panglima Sudirman Pati. Sehingga korban terjatuh.
Akibat kejadian Laka maut ini, korban mengalami luka parah pada bagian kepala dan meninggal seketika di lokasi kejadian. Sementara motor yang dikendarainya remuk.
”Kondisi korban cedera berat di kepala, patah kaki kiri, penanganan di RSUD Soewondo Pati,” tandas dia.
Laka maut di Jalan Panglima Sudirman bukan pertama kali terjadi. Sebelumnya dua kecelakaan juga terjadi di jalan yang tengah direvitalisasi tersebut. Kecelakaan sebelumnya terjadi diduga lantaran kondisi jalan yang kurang penerangan.
Laka pertama terjadi pada Sabtu (13/9/2025) malam lalu. Sebuah mobil pickup menabrak median jalan di sekitar Plaza Pragola. Selang dua hari, Senin (15/9/2025) kecelakaan kembali terjadi di jalan tersebut.
Bahkan laka kali ini lebih parah daripada sebelumnya. Sebuah mobil Honda HR-V ringsek lantaran menabrak lampu merah yang berdiri di tengah jalan. Hal ini membuat mobil berplat nomor awalan G tersebut sampai terbalik. Selain itu, pengendara pun sampai dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Editor: Budi Santoso



