Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Pati – Camat Tayu, Imam Rifai dan Kapolsek Tayu, AKP Aris Pristianto menemui massa demo di Alun-alun Tayu, Kabupaten Pati, Senin (6/10/2025). Keduanya berkomitmen untuk menolak aksi premanisme.

Ratusan massa menggelar demo sebagai wujud solidaritas kepada sejumlah pentolan Masyarakat Pati Bersatu (MPB) yang menjadi korban pengeroyokan menjelang sidang pansus hak angket DPRD Pati, Kamis (2/10/2025) lalu.

Tak hanya itu, massa dari Koalisi Masyarakat Pati Anti Premanisme (Kompres) juga menyayangkan percobaan pembakaran rumah koordinator MPB Teguh Istiyanto. Mereka menuntut para pelaku segera ditangkap.

Camat maupun Kapolsek Tayu kompak mendatangi massa demo di Alun-Alun Tayu. Mereka berdialog dan mengungkapkan komitmennya menolak aksi premanisme tersebut.

”Saya berterimakasih kepada masyarakat yang mengoreksi pemerintahan. Apapun koreksi dari masyarakat itu adalah hak. Harus kita dukung. Karena Indonesia, kabupaten Pati adalah milik bersama. Kedua, kami menolak premanisme. Apapun premanisme. Kita (tegaskan) tidak ada intimidasi kepada siapapun,” tutur Camat Tayu Imam Rifai.

Pihaknya meminta masyarakat Pati untuk menjaga persatuan dan perdamaian. Jangan sampai muncul narasi pemecah di Kabupaten Pati.

”Jaga perdamaian dan persatuan. Jangan terprovokasi. (Pati selatan dan Pati utara) itu hanya penggunaan bahasa. Tidak ada Pati utara atau Pati selatan. Itu hanya dikotomi. Semua warga Kabupaten Pati. Jangan mudah terprovokasi,” kata dia.

Terus dikawal...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler