Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Pati – Kabupaten Pati, Jawa Tengah diguyur tiga hari dalam beberapa hari terakhir. Akibatnya, empat desa di Bumi Mina Tani diterjang banjir, Jumat (24/10/2025).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati Martinus Budi Prasetya memaparkan desa-desa yang mengalami banjir tersebar di dua kecamatan.

Yakni, Kecamatan Jaken (Desa Sumberan dan Desa Mojoluhur) serta Kecamatan Batangan (Desa Ketitangwetan dan Desa Raci). Sejumlah tanggul di desa tersebut jebol tak kuat menahan debit air.

”Hujan dengan durasi panjang dan intensitas deras yang mengguyur di wilayah Kabupaten Pati yang mengakibatkan debit air sungai meluber,” ujar Martinus.

Berdasarkan data BPBD, belasan rumah di Desa Sumberan terdampak banjir dengan ketinggian sekitar 10-30 cm. Sedangkan banjir di Desa Mojoluhur menggenangi pemukiman warga di RT 03 RW 03 dengan ketinggian air 10-50cm.

”Area pemukiman dan jalan desa di akibatkan limpasan sungai kiriman dari Desa Sumberan, rumah terdampak 19 rumah dan 4 rumah kemasukan air,” kata dia.

Sementara banjir di Kecamatan Batangan menggenangi ratusan rumah di Desa Ketitangwetan dan Desa Raci. Banjir ini disebabkan dua tanggul jebol di 2 lokasi.

”Tanggul Sungai Widodaren di Desa Ketitangwetan jebol sekitar pukul 23.30 WIB dengan panjang kurang lebih 8 m. Kemudian, Jumat tanggal sekitar pukul 03.00 WIB telah terjadi tanggul jebol di Desa Ngening turut aliran Sungai Widodaren sepanjang kurang lebih 6 m,” tutur dia.

Tanggul jebol...

Ia memaparkan tanggul tersebut jebol lantaran tak kuat menahan debit air usai hujan tiga hari mulai Selasa (21/10/2025) hingga Kamis (23/10/2025).

”Aliran sungai widodaren tidak mampu menampung besarnya debet air, sehingga mengakibatkan tanggul jebol di dua titik tersebut. Adapun dampak tanggul jebol di Ds. Ketitangwetan mengakibatkan terjadinya banjir di Desa Raci,” tandas dia.

Editor: Cholis Anwar

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler