Minggu, 26 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

 

”Pada saat ibu-ibu teriak, dari dalam rumah keluar orang bermaksud menangkap, tetapi pas ditangkap hanya rukuh, pelaku dlosor lalu lari. Itu hanya rukuh, rukuh aja itu bagian atas, gak komplit,” terangnya.

Polsek Cluwak mengimbau agar warga tetap menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Pihaknya melakukan patroli rutin dan menekankan adanya pos keamanan lingkungan (poskamling) karena sebelumnya sempat pasif.

”Imbauan ke warga harap waspada, menjaga kamtibmas. Polsek mengadakan patroli, warga diimbau poskamling diaktifkan kembali karena akhir-akhir ini pasif. Tapi setelah kejadian itu Polsek Cluwak patroli, sehingga poskamling udah berjalan,” paparnya.

Ia menjelaskan kejadian teror pocong di Kecamatan Cluwak tidak ada kaitannya pada peristiwa yang sempat viral di tahun 2024 lalu. Sampai saat ini pihaknya tidak mengetahui motif apa yang dilakukan oleh oknum warga dengan menakut-nakuti sesama warga dengan sosok pocong jadi-jadian.

”Sementara belum terjawab yang di 2024, mungkin karena entah apa, wong motifnya kemarin belum jelas, itu hanya menakuti aja. Untuk 2024, itu belum ada jawaban, motifnya apa belum tahu,” tandasnya.

Editor: Anggara Jiwandhana

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler