Berkat Bandeng, Tradisi Unik di Juwana Pati yang akan Jadi Festival
Umar Hanafi
Sabtu, 15 November 2025 12:26:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Pati – Tradisi unik warga Desa Bakaranwetan, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, yakni Berkat Bandeng akan diangkat menjadi sebuah festival. Festival perdana tersebut, akan digelar 21 November hingga 23 November mendatang.
Festival yang mengusung ekologi yang disandingkan dengan tradisi masyarakat ini bahkan didukung sejumlah lembaga pemerintah.
Seperti Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Direktorat Bina Sumber Daya Manusia, Lembaga, dan Pranata Kebudayaan dan Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan.
Kepala Desa Bakaranwetan Wahyu Supriyo berharap Festival berkat bandeng itu dapat mengingatkan kembali kesadaran ekologi yang tumbuh di ekosistem tambak bandeng.
Bagi warga Desa Bakaranwetan menjaga lingkungan sebenarnya telah muncul dalam sejumlah tradisi.
”Seperti halnya tradisi Krigan atau bergotong royong bersih-bersih sungai. Dulu itu ada. Melalui festival ini kami berharap dapat membangun kesadaran sekaligus merekonstruksi tradisi yang membawa pesan ekologi,” ujar dia.
Wahyu mengungkapkan menjaga ekologi ini penting apalagi wilayah sungai yang berdampak besar terhadap proses budidaya tambak bandeng. Kondisi sungai yang baik akan membuat hasil budidaya bandeng menjadi baik pula.
”Sungai bukan hanya jalur air, melainkan urat nadi kehidupan bagi ribuan petani tambak bandeng. Dari sanalah kehidupan mengalir. Masyarakat belajar tentang keseimbangan ekologi yang harus dijaga bersama. Alam terancam, ekonomi ikut terguncang,” tutur dia.
Bukan sekedar perayaan...
- 1
- 2



