Hama Tikus Menggila di Wukirsari Pati, Pemprov Sampai Turun Tangan
Umar Hanafi
Selasa, 6 Januari 2026 17:32:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Pati – Hama tikus menggila di sejumlah wilayah di Kabupaten Pati, salah satunya di Desa Wukirsari, Kecamatan Tambakromo. Ini membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah turun tangan.
Melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan, Pemprov Jateng akhirnya merespon keluhan terkait serangan hama tikus. Mereka melakukan upaya penanganan untuk mengendalikan hama tikus tersebut, Selasa (6/1/2026).
Tim Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kabupaten, TNI dan Polri serta warga Desa Wukirsari, Kecamatan Tambakromo tampak bergotong royong melakukan pengemposan atau memasukan racun asap pada lubang tikus.
Selain pengemposan atau yang dikenal juga dengan fumigasi, petugas juga melakukan pemasangan umpan.
Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan Dinas Pertanian dan Perkebunan (POPT), Tanto Harto mengatakan persoalan hama tikus mengalami peningkatan sejak tahun 2025 lalu. Tak hanya di Pati, peningkatan tercatat ada di sejumlah daerah di Jawa Tengah.
”Hama tikus dipicu karena terjadi perubahan ekosistem,” ungkap dia.
Dia menyebut, ada tiga hal yang perlu dilakukan untuk penanganan hama tikus. Seperti perlu penanganan harus dilakukan bersama-sama.
”Kemudian perlu ada kombinasi. Seperti pengemposan, pemasangan umpan, hingga pemanfaatan predator burung hantu. Kemudian penanganan harus dilakukan berkelanjutan tak bisa sekali,” ujar dia.
Bantuan Pemprov...
- 1
- 2



