Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Pati – Sudah 14 tahun Suluk Maleman hadir di tengah masyarakat. Mereka pun mengajak untuk menyalakan cahaya di tengah kegelapan zaman, Sabtu (24/1/2026) malam.

Suluk Maleman edisi 169 ini bertema ”Timbang Mengutuki Kegelapan, Mending Menyuluhi Jalan”. Tema ini bukan hanya respon terhadap kondisi aktual peradaban global.

Itu juga sekaligus mewakili konsistensi Suluk Maleman yang selama 14 tahun tanpa jeda terus menerus mengajak masyarakat untuk merenung tentang diri dan lingkangannya.

Selama 169 episode, ngaji budaya yang diinisiasi Anis Sholeh Ba'asyin itu konsisten mengajak masyarakat untuk merenung.

Dalam pengajian, Sabtu (24/1/2026), Anis Sholeh Ba'asyin kembali menyuarakan pentingnya setiap individu menemukan suluh di tengah peradaban yang kian carut marut.Peradaban yang semakin mengabaikan aturan dan hukum.

Aturan, hukum itu kemudian diganti dengan kuasa dan kekuatan.  Bahkan ia menyebutnya, saat ini peradaban telah dikendalikan hukum rimba yang sangat tidak layak.

”Hukum rimba itu berjalan sesuai tatanan alamiah yang pasti dan tetap, sesuai dengan sunatullah. Semua penghuninya tunduk pada tatanan tersebut. Bahkan istilah raja hutan itu sebenarnya tidak pernah ada faktanya, itu hanya istilah yang diciptakan oleh manusia saja,” ujar Anis.

Anis menjelaskan istilah tersebut muncul karena menurut persepsi manusia, yang kuatlah yang berkuasa, sehingga singa atau harimau yang dibayangkan manusia sebagai binatang paling buas, lantas dinobatkan sebagai raja hutan.

Menunjukkan Kecenderungan... 

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler