Ratusan Ruangan Sekolah di Rembang Rusak, Pemkab Upayakan Ini
Umar Hanafi
Kamis, 29 Januari 2026 17:01:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Rembang – Ratusan ruangan sekolah di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah mengalami kerusakan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang pun berupa melakukan perbaikan.
Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Rembang mencatat sekitar 300 ruang sekolah rusak dan membutuhkan perbaikan. Mereka pun berupaya memperbaiki fasilitas pendidikan ini.
Sebagai langkah awal, Dindikpora Rembang telah menyampaikan nota dinas kepada Bupati Rembang pada Desember 2025 terkait sejumlah ruang sekolah yang memerlukan penanganan prioritas.
Menurutnya, hal ini terutama untuk memastikan kelancaran dan keamanan kegiatan belajar mengajar di tengah musim hujan.
Kepala Bidang Sekolah Dasar (SD) Dindikpora Kabupaten Rembang, Kapti Prastiyo mengatakan, terdapat beberapa ruang sekolah yang menjadi prioritas penanganan awal.
Sebanyak 11 ruang sekolah menjadi prioritas lantaran harus segera ditangani. Meliputi ruang perpustakaan SDN Jambangan Kecamatan Sarang, ruang kelas SDN Leran dan SDN Jurangjero Kecamatan Sluke.
”Dua ruang kelas dan kamar mandi SDN Sencangcoyo Kecamatan Lasem, empat ruang kelas SDN Jeruk Kecamatan Pancur, serta satu ruang kelas SDN Sendangmulyo Kecamatan Gunem,” jelas Kapti.
Selain itu, Kapti menjelaskan bahwa ratusan ruang sekolah lainnya yang mengalami kondisi rusak ringan hingga sedang saat ini telah masuk dalam proses pengusulan perbaikan secara bertahap sesuai dengan mekanisme perencanaan dan penganggaran daerah.
”Ada sembilan ruangan yang memang perlu penanganan secepatnya. Itu yang saya buatkan nota dinas,” ujarnya.
Perbaikan berkelanjutan...
- 1
- 2



