Pantura Pati-Rembang Rawan Banjir, Ancam Kelancaran Mudik Lebaran
Umar Hanafi
Selasa, 3 Maret 2026 14:40:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Pati – Arus mudik maupun arus balik Lebaran 2026 di Kabupaten Pati terancam terganggu. Pasalnya, Jalur Pantura Pati-Rembang masih rawan tergenang banjir.
Sedikitnya terdapat dua titik Jalur Pantura Pati-Rembang yang rawan banjir. Keduanya yakni, Jalan Pati-Juwana, tepatnya di Desa Widorokandang, Kecamatan Pati Kota dan jalan Juwana-Batangan, tepatnya di Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan.
Bahkan pada Senin (2/3/2026) malam kemarin, Jalan Pantura Juwana-Batangan tepatnya di Desa Ketitangwetan mengalami kebanjiran. Selama musim penghujan 2026 ini dari Januari hingga awal Maret ini sedikitnya sudah sembilan kali kebanjiran.
Tak ayal kondisi itu sempat menganggu akses lalu lintas. Laju kendaraan tampak tersendat saat melewati lokasi banjir sepanjang 500 meter dengan ketinggian banjir 20 centimeter.
Tak hanya itu banjir juga membawa lumpur sehingga membuat pengendara khususnya pemotor harus ekstra hati-hati.
Kepala Desa Ketitangwetan, Ali Muntoha mengaku masih khawatir akan terjadi banjir susulan. Mengingat saat ini hujan masih sering terjadi.
”Selasa (3/3/2026) ini masih hujan deras. Khawatirnya saat mudik nanti akan kembali banjir lagi di pantura. Padahal pastinya saat itu arus lalu lintas pasti ramai,” ujar Ali.
Dia berharap ada solusi yang dapat menuntaskan persoalan banjir tersebut. Mengingat banjir tak hanya mengancam jalur pantura namun juga areal pemukiman warga Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan.
”Semoga ada solusi tuntas. Tanggul juga beberapa kali jebol meski sekarang sudah diperbaiki,” tambah dia.
Jamin Kelancaran...
- 1
- 2



