Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Pati – Ratusan pedagang kaki lima atau PKL Alun-Alun Kembang Joyo Pati gulung tikar. Dari jumlah 360 pedagang, hanya 20-an yang berdagang.
”Kita malu. Dulu 360 PKL sekarang 20 PKL (di Alun-alun Kembang Joyo),” ujar Joni Kurnianto. Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati itu, Rabu (11/3/2026).
Ia pun mendorong Pemkab Pati untuk melakukan berbagai langkah agar PKL Alun-Alun Kembang Joyo Pati maju dan berkembang.
Bila Pemkab Pati bisa memajukan PKL, Joni yakin ekonomi Kabupaten Pati akan ikut begerak maju. Apalagi, PKL dapat menopang pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, upaya-upaya itu harus menjadi perhatian serius.
”PKL penting dalam peningkatan ekonomi lokal. Jadi memang PKL itu kalau di Perpres dan Kemendagri jelas kita harus membina dan merawat PKL,” tegasnya.
Ia menilai, perlu peran pemerintah daerah untuk memberdayakan para PKL. Menurutnya, kebijakan terkait PKL juga harus dikomunikasikan dengan sejumlah pihak termasuk DPRD Pati.
”Terutama pemimpin daerah dan OPD terkait. Itu harus melibatkan unsur DPRD, tokoh masyarakat dan PKL itu sendiri untuk merembug. Entah itu penataannya, pemindahan lokasi, penutupan lokasi atau pemberdayaan PKL penting,” ucapnya.
Harus Diberdayakan...
- 1
- 2



